Otomotif

Insentif Sepeda Motor Listrik Masih Dikaji, Skenario Sudah Disiapkan

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membeberkan bahwa insentif untuk sepeda motor listrik berbasis baterai masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian pada tahun ini. Kepastian mengenai bentuk dan besaran insentif belum dapat dirinci, namun skenario telah disiapkan, mencakup motor listrik baru maupun hasil konversi.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, menyatakan bahwa arah kebijakan memang mengarah pada pemberian insentif. “Terkait dengan insentif motor listrik ini masih dalam tahap pembahasan. Jadi kalau boleh dibilang memang ada agenda ke arah sana, tapi memang belum selesai pembicaraan,” ujar Setia di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Pemerintah mewaspadai potensi tertahannya permintaan konsumen yang memilih untuk menunggu kepastian insentif, sebuah fenomena yang pernah terjadi sebelumnya. “Ya mudah-mudahan nanti berkembang,” ucap Setia, seraya menambahkan bahwa skema yang dibahas tidak hanya menyasar motor listrik baru, tetapi juga kendaraan yang dikonversi dari mesin berbahan bakar fosil menjadi listrik.

Sinyal serupa sebelumnya telah disampaikan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia mengindikasikan adanya koordinasi dengan Kemenperin untuk merumuskan skema insentif baru, khususnya bagi motor listrik generasi terbaru. “Saya masih akan bicarakan dengan Menteri Perindustrian, kira-kira akan ada insentif untuk motor listrik yang baru,” kata Purbaya.

Advertisement

Sehari sebelum pernyataan Purbaya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga telah mengonfirmasi bahwa pembahasan insentif masih berlangsung bersama Kementerian Keuangan. “Kita sedang berbicara dengan Kementerian Keuangan khususnya untuk insentif motor listrik,” ujar Agus.

Sebelumnya, pemerintah pernah menggulirkan program insentif sebesar Rp 7 juta untuk pembelian satu unit motor listrik yang dimulai sejak tahun 2023. Program serupa dilanjutkan pada 2024 dengan kuota terbatas sebanyak 60.000 unit. Namun, setelah kuota tersebut habis, kebijakan insentif tersebut dihentikan dan belum dilanjutkan hingga kini.

Advertisement