Akses.co.id — JAKARTA, KOMPAS.com – Lonjakan harga bahan bakar diesel berkualitas tinggi seperti Dexlite dan Pertamina Dex membuat sebagian pemilik kendaraan diesel kewalahan. Namun, bagi pemilik mobil diesel lawas, kondisi ini tidak serta-merta menjadi masalah besar, mengingat banyak mesin generasi lama yang masih kompatibel dengan Biosolar, asalkan perawatan rutin tetap terjaga.
Ketua Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI), Tjung Subianto, menilai penggunaan Biosolar pada kendaraan diesel generasi terdahulu masih sangat relevan. Kebijakan ini tidak hanya membantu menekan biaya operasional harian, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor bahan bakar.
“Program penggunaan Biosolar sangat positif dan layak didukung karena membantu menekan ketergantungan impor, sehingga otomatis membuat APBN kita lebih sehat, serta lebih ramah lingkungan,” ujar Tjung kepada Kompas.com, Minggu (26/4/2026).
Tjung, yang akrab disapa Ko Ationg, menambahkan bahwa beberapa model mobil diesel lawas masih sangat layak dipertimbangkan untuk penggunaan saat ini. Khususnya, kendaraan dengan sistem injeksi mekanis.
“Untuk mobil diesel lawas, pada umumnya model dengan sistem injeksi mekanis seperti Toyota Kijang Diesel, Isuzu Panther, dan Mitsubishi L300 masih cukup aman dan cocok menggunakan Biosolar, selama perawatan rutin seperti penggantian filter bahan bakar tetap diperhatikan,” tuturnya.
Ko Ationg menekankan ketangguhan dan kemudahan perawatan mobil-mobil tersebut, yang membuatnya masih menjadi pilihan ideal untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.
Pendapat senada datang dari Muchlis, Pemilik Bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service. Ia turut mengonfirmasi beberapa mobil diesel lawas yang masih bisa mengonsumsi Biosolar.
“Toyota Kijang Diesel kapsul atau LGX lama, Isuzu Panther, Mitsubishi L300 atau Kuda diesel lama, Innova seri mesin KD sampai tahun 2014, dan Fortuner lama seri mesin KD,” jelas Muchlis kepada Kompas.com.
Model-model tersebut umumnya mengandalkan mesin diesel konvensional dengan sistem injeksi mekanis, yang memiliki toleransi lebih tinggi terhadap karakteristik Biosolar. Kendati demikian, Muchlis mengingatkan pentingnya peningkatan perhatian pada perawatan berkala.
Ia menyarankan agar penggantian filter bahan bakar dilakukan lebih sering dari jadwal standar untuk memastikan performa mesin tetap optimal.
Ikuti Akses.co.id
