Cek fakta

INFOGRAFIK: Muncul Hoaks Pendaftaran CPNS Kemenkeu Periode April-Mei 2026

Advertisement

Masyarakat perlu waspada terhadap informasi palsu mengenai rekrutmen aparatur sipil negara (ASN), khususnya Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Belakangan ini, beredar kabar bohong yang mengatasnamakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengenai adanya pendaftaran CPNS periode April hingga Mei 2026.

Informasi yang menyesatkan ini menyebar melalui unggahan di media sosial. Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa pembukaan pendaftaran CPNS Kemenkeu akan berlangsung dari tanggal 10 April hingga 27 Mei 2026.

Namun, Kementerian Keuangan dengan tegas membantah kebenaran informasi tersebut. Bantahan resmi disampaikan melalui akun Instagram resmi Kemenkeu, @ppid.kemenkeu, untuk mengklarifikasi dan mencegah masyarakat terperdaya.

Pihak Kemenkeu mengindikasikan bahwa unggahan hoaks tersebut berpotensi digunakan sebagai modus penipuan berjenis phishing. Tujuannya adalah untuk memancing calon korban agar memberikan data pribadi mereka.

Oleh karena itu, Kemenkeu mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya pada tawaran lowongan kerja yang beredar di luar jalur resmi. Penting untuk selalu memverifikasi informasi lowongan kerja dengan mencari sumber terpercaya, seperti situs web resmi instansi atau perusahaan yang bersangkutan.

Modus Penyebaran Hoaks CPNS Kemenkeu

Penyebaran hoaks terkait pendaftaran CPNS Kemenkeu ini menjadi pengingat pentingnya literasi digital bagi masyarakat. Informasi mengenai lowongan kerja di lembaga pemerintahan memang selalu menjadi daya tarik tersendiri, namun potensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab juga tinggi.

Advertisement

Dalam kasus ini, narasi yang beredar terkesan meyakinkan dengan menyebutkan periode pendaftaran yang spesifik. Hal ini dapat memicu kepanikan atau antusiasme berlebih pada pencari kerja, sehingga mereka cenderung kurang kritis dalam memverifikasi kebenarannya.

Modus phishing yang diindikasikan oleh Kemenkeu merupakan ancaman serius. Pelaku kejahatan siber memanfaatkan kepercayaan korban untuk mendapatkan akses ke informasi sensitif seperti nomor identitas, alamat, bahkan data perbankan.

Untuk menghindari menjadi korban, penting untuk selalu mengingat pesan dari Kemenkeu:

  • Jangan menuruti permintaan apa pun jika ada unggahan yang menawarkan lowongan kerja di luar situs resmi.
  • Cari informasi resmi mengenai lowongan kerja hanya melalui situs web resmi lembaga atau perusahaan.

Informasi lebih lanjut mengenai bagaimana hoaks ini beredar dan ciri-cirinya dapat disimak melalui infografik berikut:

[embed.1]
Advertisement