— Narasi mengenai adanya pendaftaran seleksi petugas haji 2026 yang beredar di media sosial sejak pertengahan April 2026 dipastikan sebagai hoaks. Kementerian Haji Indonesia, lembaga yang disebut dalam unggahan, tidak membuka pendaftaran untuk posisi tersebut. Proses seleksi petugas haji sejatinya telah ditutup pada akhir Januari 2026.

Unggahan yang beredar itu menyertakan tautan yang mengklaim sebagai jalur pendaftaran. Namun, tautan tersebut justru mengarahkan pengguna ke situs yang tidak resmi dan berupaya memancing data pribadi calon korban. Modus semacam ini dikenal sebagai phishing, sebuah taktik penipuan untuk mencuri informasi sensitif.

Bantahan Resmi dan Modus Penipuan

Kementerian telah secara tegas membantah adanya pembukaan pendaftaran petugas haji untuk tahun 2026. Informasi yang beredar melalui tautan tersebut tidak mengarah pada situs resmi pemerintah maupun kementerian terkait. Sebaliknya, situs yang dituju dirancang untuk mengelabui pengguna agar menyerahkan data pribadi.

Langkah ini merupakan indikasi kuat adanya modus penipuan yang memanfaatkan antusiasme masyarakat untuk mendaftar sebagai petugas haji. Pengguna yang mengklik tautan tersebut berisiko kehilangan data pribadi yang dapat disalahgunakan.

Infografik Klarifikasi

Untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada masyarakat, telah disusun sebuah infografik yang merinci bantahan resmi serta penjelasan mengenai modus hoaks ini. Infografik tersebut diharapkan dapat menjadi panduan agar masyarakat tidak terjerumus dalam penipuan.

(Tautan ke infografik yang dimaksud akan disematkan di sini dalam format yang sesuai dengan platform.)