PATI, KOMPAS.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati tengah merampungkan revisi Rencana Anggaran Biaya (RAB) perbaikan 77 ruas jalan akibat lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dan aspal. Penyesuaian ini dilakukan agar proyek infrastruktur yang sempat tertunda tersebut dapat segera dimulai dalam waktu dekat.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Pati, Hasto Utomo, menyatakan bahwa proses finalisasi perubahan RAB ditargetkan selesai dalam dua minggu ke depan. “Kami targetkan maksimal dua minggu sudah selesai, sehingga pekerjaan fisik bisa segera dimulai,” ujar Hasto kepada awak media melalui pesan singkat, Kamis (23/4/2026).
77 Titik Jalan Menjadi Prioritas Perbaikan
Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Pati telah mengalokasikan anggaran dari APBD murni untuk perbaikan sekitar 77 titik ruas jalan yang tersebar di berbagai kecamatan. Proyek ini bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Beberapa ruas jalan utama yang masuk dalam daftar perbaikan antara lain:
- Jalan Munadi (Terminal – JLS)
- Jalan Guyangan – Runting
- Jalan Guyangan – Juwana
- Jalan Boloagung – Trimulyo
- Jalan Jaken – Jakenan
- Jalan Tlogowungu – Bapoh
- Jalan Prawoto – perbatasan Kudus
- Jalan Jetak – Guyangan
Jalan Viral Kayen Alami Penyesuaian Teknis
Salah satu ruas jalan yang menjadi perhatian publik, yakni jalan di Kawedanan Kota Kayen yang sempat viral karena ditanami pohon pisang oleh warga, juga masuk dalam daftar prioritas. Pemerintah Kabupaten Pati telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,25 miliar untuk perbaikan ruas jalan sepanjang 330 meter dengan lebar 6 meter tersebut.
Namun, akibat kenaikan harga BBM, DPUPR terpaksa melakukan penyesuaian teknis untuk memastikan anggaran tetap mencukupi. “Panjang jalan tetap, anggaran juga tidak berubah. Hanya lebar bahu jalan yang kami kurangi agar tetap sesuai kemampuan anggaran,” jelas Hasto.
Kenaikan harga BBM memang memberikan dampak signifikan pada sektor konstruksi, terutama pada biaya distribusi material dan harga aspal. Meskipun demikian, DPUPR Pati menegaskan komitmennya untuk tetap mengoptimalkan anggaran yang tersedia tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan utama. Pemerintah berharap seluruh proyek dapat berjalan lancar demi kenyamanan masyarakat dan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.






