Global

Ilmuwan AS Hilang dan Tewas Beruntun, Kongres Curiga Ada Operasi Asing

Advertisement

WASHINGTON DC – Serangkaian kasus hilangnya dan tewasnya sejumlah ilmuwan di Amerika Serikat memicu kekhawatiran dan spekulasi di kalangan politikus mengenai kemungkinan adanya operasi asing. Pola kejadian ini dinilai tidak bisa diabaikan, meskipun ada pandangan lain yang menganggap setiap kasus memiliki penjelasan tersendiri dan tidak saling terkait.

Anggota Kongres AS Eric Burlison menjadi salah satu tokoh yang menyuarakan kekhawatiran ini. Ia menilai rangkaian kasus tersebut memiliki ciri khas operasi asing, terutama di tengah persaingan global yang ketat antara Amerika Serikat dengan negara-negara seperti China, Rusia, dan Iran dalam bidang teknologi nuklir, persenjataan canggih, dan eksplorasi ruang angkasa.

“Kami sedang bersaing dengan China, Rusia, dan Iran dalam teknologi nuklir, senjata canggih, dan luar angkasa. Sementara itu, ilmuwan terbaik kami terus menghilang,” tulis Burlison melalui platform X, seperti dikutip Newsweek pada Senin (20/4/2026). Ia menambahkan, “Ini memiliki semua ciri khas operasi asing. Saya bekerja dengan Demokrat dan Republik untuk membuat FBI terlibat penuh. Ini bukan isu partisan.”

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Burlison lebih lanjut menyatakan bahwa kemungkinan keterlibatan agen intelijen asing merupakan “penjelasan yang paling mungkin” untuk menjelaskan pola kejadian yang mencurigakan ini.

Pemerintah Mulai Investigasi

Serangkaian kejadian ini juga menarik perhatian Presiden Donald Trump. Ia menyebutnya sebagai sesuatu yang “cukup serius,” meskipun ia juga berharap bahwa semua ini hanyalah kebetulan semata.

Menindaklanjuti kekhawatiran tersebut, FBI telah memulai penyelidikan. Direktur FBI Kash Patel mengonfirmasi bahwa pihaknya akan menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan antar kasus. Penyelidikan ini mencakup aspek akses terhadap informasi rahasia dan potensi keterlibatan aktor asing.

“Kami memulai proses ini minggu lalu, dan kami akan mencari keterkaitan, apakah ada hubungan dengan akses ke informasi rahasia dan atau aktor asing, lalu kami akan menyampaikan informasi itu ke Gedung Putih dan publik,” ujar Patel.

Selain itu, Ketua Komite Pengawas DPR AS James Comer menyatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat kepada NASA, Departemen Energi, dan Departemen Pertahanan. Tujuannya adalah untuk meminta informasi lebih lanjut terkait kasus-kasus yang menjadi sorotan.

Advertisement

Bantahan Adanya Operasi Asing

Meskipun dugaan operasi asing menguat di kalangan beberapa politikus, tidak semua pihak sepakat dengan pandangan tersebut. Mantan agen FBI Jennifer Coffindaffer, misalnya, menilai bahwa tidak ada konspirasi besar di balik kasus-kasus ini.

“Ini bukan konspirasi skala besar untuk menyingkirkan orang-orang yang bekerja atau pernah bekerja di industri berbasis sains,” tulis Coffindaffer di X. Ia menambahkan, “Jika Anda melihat setiap kasus secara individual, ada alasan sederhana yang menjelaskan mengapa mereka hilang atau siapa yang membunuh mereka.”

Dalam wawancara terpisah dengan NewsNation, Coffindaffer menjelaskan bahwa setiap kasus memiliki penjelasan yang bersifat “pragmatis.” Ia memberikan contoh beberapa kasus pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku dengan riwayat kriminal, serta individu yang menghilang karena masalah pribadi yang serius.

“Satu orang dibunuh oleh penembak Brown, orang lain dibunuh oleh tetangga yang memiliki riwayat panjang kejahatan kekerasan,” ungkapnya. “Ada juga dua individu yang pergi membawa senjata tanpa perlengkapan yang mereka butuhkan, dengan masalah serius dalam hidup mereka. Saya pikir itu mungkin disengaja, mereka tidak ingin kembali.”

Daftar Kasus yang Menjadi Sorotan

Sejumlah nama yang terkait dengan penelitian sensitif telah masuk dalam daftar kasus yang menarik perhatian publik. Para ilmuwan, peneliti NASA, hingga pejabat militer yang hilang atau meninggal dalam beberapa tahun terakhir menjadi fokus utama.

Berikut adalah daftar nama terkait penelitian penting yang dilaporkan hilang dan tewas secara misterius:

  • Amy Eskridge—Ilmuwan yang meneliti teknologi anti-gravitasi. Meninggal pada tahun 2022.
  • Michael David Hicks—Ilmuwan peneliti di Laboratorium Jet Propulsion NASA; bekerja pada proyek DART dan misi Deep Space 1. Meninggal pada Juli 2023.
  • Frank Maiwald—Peneliti utama di Laboratorium Jet Propulsion NASA. Meninggal pada Juli 2024.
  • Anthony Chavez—Mantan karyawan di Laboratorium Nasional Los Alamos. Hilang sejak Mei 2025.
  • Monica Reza—Direktur Pemrosesan Material di Laboratorium Jet Propulsion NASA. Hilang sejak Juni 2025.
  • Melissa Casias—Pekerja administrasi di Laboratorium Nasional Los Alamos. Hilang sejak Juni 2025.
  • Steven Garcia—Kontraktor pemerintah di fasilitas New Mexico untuk Kampus Keamanan Nasional Kansas City. Hilang sejak Agustus 2025.
  • Nuno Loureiro—Direktur Pusat Sains Plasma dan Fusi MIT. Meninggal pada Desember 2025.
  • Carl Grillmair—Astrofisikawan Caltech yang bekerja pada misi NEOWISE dan NEO Surveyor NASA. Meninggal pada Februari 2026.
  • William “Neil” McCasland—Pensiunan mayor jenderal Angkatan Udara AS. Hilang sejak 27 Februari 2026.
  • Jason Thomas—Peneliti farmasi. Ditemukan meninggal pada Maret 2026.

Hingga saat ini, belum ada bukti resmi yang mengonfirmasi bahwa kasus-kasus tersebut saling terhubung. Beberapa pihak keluarga korban pun telah menyatakan penolakan terhadap anggapan adanya konspirasi besar di balik peristiwa ini.

Advertisement