Akses.co.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan sebesar 2,16 persen pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026), dipicu oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang memfokuskan penjualan pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), total net sell investor asing mencapai Rp 978,65 miliar di seluruh pasar. Tekanan jual lebih terasa di pasar reguler dengan nilai mencapai Rp 1,36 triliun, meskipun tercatat adanya pembelian bersih asing sebesar Rp 385,80 miliar di pasar tunai dan negosiasi.
Saham Big Caps Tertekan
Aksi jual bersih investor asing secara dominan menyasar saham-saham unggulan. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi emiten yang paling tertekan dengan catatan net sell senilai Rp 633,1 miliar. Posisi selanjutnya ditempati oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mengalami net sell Rp 323,2 miliar, serta PT Astra International Tbk (ASII) dengan net sell Rp 118,1 miliar.
Melemahnya saham-saham tersebut tercermin dari pergerakan harganya. BBRI ditutup turun 2,47 persen ke level Rp 3.160 per saham, setelah mengalami tren penurunan bertahap sepanjang sesi perdagangan. BMRI juga tak luput dari tekanan, ditutup melemah 2,53 persen ke level Rp 4.630 per saham. Sementara itu, ASII mencatatkan pelemahan paling dalam di antara ketiganya, yakni 4,17 persen ke level Rp 6.325 per saham.
Minat Investor Asing pada Saham Komoditas dan Energi
Di tengah aksi jual pada saham big caps, investor asing justru menunjukkan minat pada sejumlah saham di sektor komoditas dan energi. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) menjadi saham yang paling diminati dengan catatan net buy senilai Rp 347,8 miliar. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menyusul dengan net buy Rp 147,3 miliar, serta PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan net buy Rp 110,1 miliar.
Perdagangan IHSG
Secara keseluruhan, IHSG ditutup pada level 7.378,606, terkoreksi 163,006 poin atau 2,16 persen dari pembukaan di 7.564,418. Indeks sempat mencapai level tertingginya di 7.582,502 sebelum akhirnya bergerak turun dan berakhir di titik terendah harian.
Aktivitas transaksi perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume mencapai 54,163 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 20,498 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 3,07 juta kali.
Dominasi saham yang mengalami pelemahan menjadi indikator kuatnya tekanan pasar. Sebanyak 505 saham tercatat melemah, berbanding 192 saham yang menguat dan 123 saham stagnan. Kapitalisasi pasar bursa pada akhir perdagangan tercatat sebesar Rp 13.206 triliun.
Ikuti Akses.co.id
