Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (23/4/2026) dengan pergerakan positif tipis. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.08 WIB menunjukkan penguatan sebesar 6,25 poin atau 0,08 persen, membawa IHSG bertengger di level 7.547,86.
IHSG dibuka pada level 7.564,42, menunjukkan kenaikan dari penutupan sebelumnya di angka 7.541,61. Sepanjang sesi awal, indeks tercatat bergerak dalam rentang 7.540,57 sebagai titik terendah dan 7.582,50 sebagai level tertinggi.
Pergerakan serupa juga terpantau pada beberapa indeks saham unggulan lainnya. Indeks LQ45 mencatat kenaikan 0,19 poin atau 0,03 persen ke level 736,16. Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) menguat tipis 0,18 poin atau 0,03 persen, mencapai 515,31.
Variasi Pergerakan Indeks Lainnya
Indeks Kompas100 terpantau stagnan di level 1.031,20. Namun, Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) menunjukkan tren positif dengan kenaikan 0,36 poin atau 0,13 persen ke 273,73. IDX30 juga menguat 0,65 poin atau 0,16 persen ke 402,07, dan JII70 bertambah 0,19 poin atau 0,10 persen, mencapai 197,20.
Aktivitas Perdagangan dan Kapitalisasi Pasar
Dari sisi aktivitas perdagangan, pasar saham domestik menunjukkan geliat yang cukup aktif. Volume transaksi tercatat mencapai 4,722 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,71 triliun. Frekuensi perdagangan pun tercatat tinggi, mencapai 286.1000 kali.
Kapitalisasi pasar tercatat berada di level Rp 13.479 triliun, sebuah indikasi kuatnya nilai pasar saham domestik di tengah dinamika pasar.
Proyeksi Analis: Pergerakan Terbatas di Tengah Ketidakpastian
Para analis memperkirakan pergerakan IHSG pada hari ini akan cenderung terbatas. Sentimen global dan domestik masih menjadi faktor penentu arah pasar.
Prediksi Support dan Resistance
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memprediksi IHSG akan bergerak di rentang support 7.525 dan resistance 7.570.
Herditya menjelaskan bahwa pelaku pasar masih mencermati perkembangan eksternal, terutama terkait perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, hal ini menjadi faktor penahan arah pergerakan pasar dalam jangka pendek.
“Untuk besok (Kamis) kami perkirakan pergerakan IHSG masih cenderung volatile dengan support 7.525 dan resist 7.570. Kami perkirakan, investor masih mencermati akan gencatan senjata yg diperpanjang oleh AS,” ujar Herditya saat dihubungi Kompas.com, Rabu malam (22/4/2026).
Senada dengan itu, Phintraco Sekuritas menilai perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran tanpa batas waktu menciptakan sentimen yang ambigu. Di satu sisi, langkah tersebut meredakan ketegangan geopolitik untuk sementara waktu. Namun, di sisi lain, kondisi ini justru memperpanjang ketidakpastian arah konflik ke depan.
Phintraco Sekuritas juga menyoroti potensi penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut dapat menjaga harga minyak mentah tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, IHSG belum mampu menembus Moving Average 5 hari (MA5) di level 7.591. Hal ini sejalan dengan pergerakan histogram positif pada MACD yang terus mengecil, serta indikator stochastic RSI yang berada pada overbought area.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi konsolidasi pada rentang level 7.500-7.600 pada perdagangan hari Kamis (23/4/2026),” demikian ulasan Phintraco Sekuritas.
Kebijakan Moneter Domestik
Dari dalam negeri, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75 persen. Suku bunga deposit facility tetap di 3,75 persen dan lending facility di 5,5 persen.
Kebijakan ini dinilai konsisten dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang masih menghadapi tekanan akibat ketidakpastian global. Di sisi lain, pertumbuhan kredit menunjukkan perbaikan, dengan realisasi sebesar 9,49 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Maret 2026, meningkat dari 9,37 persen pada Februari 2026.






