Akses.co.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambles 3,38 persen pada akhir perdagangan Jumat (24/4/2026), mencatat pelemahan signifikan di level 7.129,49. Penurunan ini setara dengan 249,12 poin, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia.
Perdagangan dibuka pada level 7.378,07, sedikit di bawah penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi, IHSG sempat menyentuh titik tertinggi 7.383,40 sebelum akhirnya terperosok ke level terendah 7.115,97.
Total volume saham yang diperdagangkan mencapai 44,80 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp 24,30 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.659.000 kali.
Dominasi Sektor Merah
Mayoritas pergerakan saham berada di zona merah, dengan hanya 92 saham yang menguat, berbanding 701 saham yang tertekan, dan 166 saham stagnan.
Indeks-indeks utama turut merasakan imbas pelemahan. Indeks LQ45 terkoreksi 3,51 persen ke 690,76, IDX30 turun 2,88 persen ke 381,93, dan KOMPAS100 melemah 3,71 persen ke 966,89.
Indeks syariah pun tak luput dari tekanan. Jakarta Islamic Index (JII) turun 3,31 persen ke 482,44, Indonesia Syariah Stock Index (ISSI) melemah 3,16 persen ke 259,03, dan JII70 turun 3,01 persen ke 186,71.
Sektor Konsumen Siklikal Paling Tertekan
Seluruh sektor di bursa saham mengalami pelemahan. Sektor barang konsumen siklikal mencatat koreksi terdalam sebesar 4,27 persen, diikuti oleh sektor energi yang turun 4,22 persen, dan sektor infrastruktur yang melemah 4,06 persen.
Sektor properti terkoreksi 3,89 persen, sektor perindustrian turun 3,47 persen, dan sektor transportasi melemah 3,31 persen.
Sementara itu, sektor barang konsumen non-siklikal turun 3,08 persen, sektor bahan baku melemah 2,76 persen, sektor teknologi terkoreksi 2,63 persen, dan sektor keuangan turun 2,27 persen. Sektor kesehatan menjadi yang paling minim pelemahannya, yakni 1,52 persen.
Saham Unggulan Juga Tertekan
Di jajaran LQ45, saham-saham yang menguat antara lain PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 1,90 persen ke Rp 1.880, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) menguat 0,84 persen ke Rp 1.195, dan PT Indosat Tbk (ISAT) naik 0,77 persen ke Rp 1.970. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turut menguat 0,75 persen ke Rp 4.050.
Namun, tekanan lebih terasa pada saham-saham unggulan lainnya. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ambles 5,84 persen ke Rp 6.050, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 2,85 persen ke Rp 3.070, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 2,81 persen ke Rp 4.500, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terkoreksi 2,58 persen ke Rp 3.770.
Saham berkapitalisasi besar lainnya seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun 2,43 persen ke Rp 2.810, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melemah 4,31 persen ke Rp 5.000.
Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) anjlok 6,70 persen ke Rp 5.225, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) turun 6,08 persen ke Rp 8.500, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melemah 2,44 persen ke Rp 6.000.
Sementara itu, saham-saham yang menjadi top losers antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang anjlok 10,22 persen ke Rp 2.020, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 7,76 persen ke Rp 2.020, serta PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 6,29 persen ke Rp 4.620. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 6,09 persen ke Rp 216, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) melemah 6,04 persen ke Rp 1.400.
Ikuti Akses.co.id
