Akses.co.id — KENDAL, Kompas.com – Identitas jenazah pria yang ditemukan meninggal dunia di sebuah gubuk di tengah Hutan Lindung Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kendal, akhirnya terungkap. Korban dipastikan bernama Imam Kobari, seorang warga Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, yang diketahui hidup mengembara.
Kapolsek Kaliwungu, AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho, membenarkan bahwa pihak keluarga telah datang ke RSUD dr Soewondo Kendal untuk menjemput jenazah Imam Kobari. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memang memiliki kebiasaan meninggalkan rumah tanpa tujuan yang jelas.
“Korban sudah dijemput keluarga. Dari keterangan, yang bersangkutan memang sering berjalan tanpa tujuan dan diduga mengalami gangguan kejiwaan,” jelas AKP Putra, Selasa (28/04/2026).
Penemuan di Tengah Hutan
Sesosok mayat pria tanpa identitas tersebut pertama kali ditemukan oleh warga pada Senin (27/04/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Lokasi penemuan berada di gubuk kawasan Petak 20 Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Boja, tepatnya di Resor Pengelolaan Hutan (RPH) Darupono, Desa Darupono.
Penemuan bermula ketika seorang pemilik kebun, M Ali Saifudin, melihat korban tergeletak tidak bergerak di dalam gubuk. Saat diperiksa lebih dekat, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Menurut keterangan AKP Putra, Imam Kobari diketahui sudah berada di sekitar area perkebunan tersebut selama kurang lebih sepekan terakhir dalam kondisi fisik yang lemah. Warga sekitar sempat memberikan bantuan berupa makanan dan minuman, meskipun korban sulit diajak berkomunikasi secara normal.
Evakuasi Dramatis
Proses evakuasi jenazah Imam Kobari dari tengah hutan lindung berlangsung cukup dramatis. Tim gabungan yang terdiri dari pihak kepolisian, PSC 119, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) harus berjuang melintasi medan yang sulit dan menyeberangi aliran sungai untuk mencapai lokasi gubuk.
“Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr Soewondo Kendal hingga akhirnya pihak keluarga datang untuk memastikan identitas dan menjemput korban,” pungkasnya.
Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai sebuah musibah. Jenazah korban kini telah dibawa ke rumah duka di Demak untuk proses pemakaman, setelah dipastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Ikuti Akses.co.id
