— Insiden penembakan yang menggemparkan Washington Hilton pada Sabtu (25/4/2026) malam waktu setempat bukan kali pertama menorehkan sejarah kelam di hotel tersebut. Lokasi yang sama, lebih dari empat dekade lalu, pernah menjadi saksi bisu upaya pembunuhan terhadap mantan Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan. Peristiwa tragis di masa lalu itu kembali mencuat ke permukaan publik setelah Presiden Donald Trump dan jajaran kabinetnya harus dievakuasi dengan cepat dari acara White House Correspondents’ Dinner akibat suara tembakan.

Meskipun insiden terbaru ini tidak menimbulkan korban jiwa, kesamaan lokasi antara kedua peristiwa tersebut membangkitkan perhatian publik dan mengingatkan kembali pada salah satu momen paling dramatis dalam sejarah politik Amerika Serikat.

Sejarah Kelam di Washington Hilton

Pada Sabtu malam, Presiden Trump, Ibu Negara Melania Trump, dan para pejabat tinggi negara tengah menghadiri jamuan makan malam di ballroom Washington Hilton ketika suara tembakan terdengar. Berdasarkan laporan dari CNN, Trump dan rombongannya segera dievakuasi dari lokasi kejadian. Belakangan, Trump memastikan melalui media sosial bahwa dirinya, Ibu Negara, serta seluruh pejabat yang hadir dalam kondisi aman.

Peristiwa 30 Maret 1981: Reagan Jadi Target

Kini, insiden penembakan di jamuan makan malam Trump mengingatkan pada peristiwa 30 Maret 1981. Saat itu, Ronald Reagan menjadi target penembakan di lokasi yang sama, Washington Hilton, setelah selesai menyampaikan pidato di hadapan anggota AFL-CIO. Dilansir dari Fox News, pelaku penembakan, John Hinckley Jr., melepaskan enam tembakan ke arah Reagan. Salah satu peluru memantul dari limusin kepresidenan dan bersarang di dada Reagan.

Para agen Secret Service dengan sigap mendorong Reagan masuk ke dalam mobil dan membawanya ke George Washington University Hospital untuk segera mendapatkan perawatan medis. Dalam insiden tersebut, tiga orang lainnya juga mengalami luka, yakni juru bicara Gedung Putih James Brady, seorang petugas polisi, dan seorang agen Secret Service. Brady menderita luka tembak di kepala yang menyebabkan kerusakan otak permanen. Ia kemudian meninggal dunia pada tahun 2014, dan kematiannya dinyatakan sebagai pembunuhan yang berkaitan langsung dengan insiden tahun 1981.

Akibat peristiwa tersebut, Washington Hilton, yang berlokasi di 1919 Connecticut Avenue, N.W., sempat dijuluki warga setempat sebagai “Hinckley Hilton”. Dalam proses hukum, Hinckley dibebaskan dari dakwaan percobaan pembunuhan setelah pengadilan menerima pembelaan gangguan jiwa. Pengacaranya menyebutkan bahwa Hinckley mengalami gangguan kepribadian narsistik dan terobsesi dengan film Taxi Driver serta aktris Jodie Foster.

Pelaku Penembakan Jamuan Trump Ditangkap

Sementara itu, terkait dengan insiden terbaru di Washington Hilton, US Secret Service mengonfirmasi bahwa pelaku, yang diidentifikasi sebagai Cole Allen (31), berhasil dihentikan sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas. Wakil Direktur Secret Service, Matthew Quinn, seperti dikutip dari BBC, menyatakan bahwa pelaku berupaya menciptakan tragedi nasional.

“Seorang pengecut berusaha menciptakan tragedi nasional. Ia meremehkan kemampuan perlindungan Secret Service dan dihentikan sejak kontak pertama,” ujar Quinn.

Ia menambahkan bahwa sistem pengamanan berlapis yang diterapkan terbukti efektif dalam merespons ancaman secara cepat. Insiden terbaru ini kembali menegaskan bahwa bahkan lokasi dengan pengamanan tinggi pun tidak sepenuhnya luput dari ancaman, sekaligus mengingatkan pada sejarah panjang upaya kekerasan terhadap para pemimpin Amerika Serikat.