Akses.co.id — Sebuah video yang menampilkan adegan mengerikan seorang pengendara sepeda motor diterkam oleh harimau saat melintas di pinggir hutan tengah menyebar luas di berbagai platform media sosial. Narasi yang menyertainya pun beragam, sebagian menyebutkan peristiwa itu terjadi di Situbondo, Jawa Timur, sementara yang lain mengklaim lokasinya berada di Semelir, Sumatera Utara. Namun, penelusuran mendalam oleh Tim Cek Fakta Kompas.com mengungkap fakta mengejutkan: video tersebut adalah hoaks yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
Video yang menampilkan insiden dramatis ini telah dibagikan oleh sejumlah akun Facebook, disertai dengan keterangan yang mengingatkan pengguna untuk selalu berhati-hati. Salah satu narasi yang beredar berbunyi, “Hari apes ga ada di kalender. Tetap hati-hati dan waspada.” Selain itu, seperti disebutkan sebelumnya, lokasi kejadian menjadi perdebatan, dengan klaim yang berbeda-beda dari Situbondo hingga Semelir.
Tidak Ada Kejadian Nyata di Lokasi yang Disebutkan
Tim Cek Fakta Kompas.com telah melakukan penelusuran ekstensif namun tidak menemukan adanya pemberitaan resmi maupun laporan mengenai serangan harimau yang menimpa pengendara motor di Situbondo maupun di Semelir, sesuai dengan klaim yang beredar di video tersebut. Hal ini semakin menguatkan dugaan adanya rekayasa.
Menariknya, ini bukan kali pertama video serupa beredar. Pada April 2025, sebuah video dengan narasi serupa yang mengklaim kejadian di Situbondo juga pernah viral. Dikutip dari RadarSitubondo.id pada 11 April 2025, video tersebut telah dibantah oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Banyuputih, Situbondo, dan dinyatakan sebagai berita bohong.
Saat itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Banyuputih, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Hasan Bisri, dengan tegas menyatakan, “Video dengan caption diterkam macan Baluran. Tidak ada kejadian pengendara diserang macan.” Pernyataan ini menegaskan bahwa insiden yang diklaim terjadi di Situbondo tersebut tidak pernah ada.
Analisis AI Ungkap Keaslian Video
Untuk memastikan keaslian video yang baru beredar, Kompas.com menggunakan alat pendeteksi konten buatan AI, yaitu Hive Moderation dan Zhuque AI Detection Assistant. Hasil pemeriksaan dari kedua alat tersebut memberikan indikasi yang kuat.
- Hive Moderation mendeteksi bahwa video pengendara motor diterkam harimau tersebut memiliki probabilitas mencapai 70,3 persen dibuat menggunakan teknologi AI.
- Sementara itu, Zhuque AI Detection Assistant menunjukkan hasil yang serupa, dengan mendeteksi probabilitas video tersebut dibuat AI mencapai 75,6 persen.
Kesimpulan: Video Hoaks Buatan AI
Berdasarkan seluruh rangkaian penelusuran dan analisis yang dilakukan oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, dapat disimpulkan bahwa video yang menampilkan seorang pengendara motor diterkam harimau saat melintas di dekat hutan adalah sebuah hoaks. Peristiwa yang ditampilkan dalam video tersebut bukanlah kejadian nyata. Video ini terdeteksi memiliki probabilitas tinggi dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI), sehingga patut untuk tidak dipercaya dan disebarluaskan.
Ikuti Akses.co.id
