— Tautan yang beredar di media sosial mengklaim pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp 600.000 untuk periode April-Juni 2026. Namun, penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan bahwa klaim tersebut adalah hoaks dan berpotensi modus pencurian data pribadi atau phishing.

Narasi mengenai pencairan BSU Rp 600.000 untuk periode April-Juni 2026 ini telah dibagikan oleh sejumlah akun Facebook pada bulan April 2026. Tautan tersebut disertai dengan narasi “BSU CAIR LAGI RP600 RIBU Kemnaker resmi menyalurkan Bantuan Subsidi Upah untuk periode April-Juni 2026.”

Hoaks Berulang Terkait BSU 2026

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) sebelumnya telah berulang kali membantah beredarnya hoaks terkait penyaluran BSU pada tahun 2026.

Kepala Biro Humas Kemenaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, secara tegas menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kebijakan resmi mengenai penyaluran BSU untuk tahun 2026.

“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ada informasi apa pun terkait BSU tahun 2026. Jika ke depan terdapat kebijakan baru, Kemenaker akan menyampaikannya secara terbuka melalui kanal resmi,” kata Faried, dikutip dari laman Kemenaker, 7 Januari 2026.

Faried juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap informasi palsu yang mengatasnamakan BSU 2026, terutama yang menyertakan tautan pendaftaran tidak resmi. Modus seperti ini sangat berpotensi menimbulkan penipuan.

Modus Pencurian Data Pribadi

Tautan yang disebarkan untuk mengecek pencairan BSU tersebut ternyata mengarahkan pengguna ke sebuah laman yang meminta pengisian data pribadi, termasuk nama lengkap dan nomor Telegram aktif.

Tim Cek Fakta Kompas.com menegaskan agar masyarakat tidak mengklik atau mengisi data pada laman tersebut. Tindakan tersebut merupakan modus pencurian data pribadi atau yang dikenal sebagai phishing.

Kesimpulan: Tautan BSU Rp 600.000 Periode April-Juni 2026 adalah Hoaks

Berdasarkan seluruh penelusuran, dapat disimpulkan bahwa tautan yang beredar untuk pencairan BSU Rp 600.000 periode April-Juni 2026 adalah tidak benar atau hoaks.

Kemenaker belum memberikan pengumuman resmi terkait kelanjutan program BSU pada tahun 2026. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar mengenai BSU, serta selalu merujuk pada kanal informasi resmi Kemenaker.