— Sebuah tautan yang beredar di media sosial mengklaim menawarkan bantuan insentif senilai Rp 7 juta bagi guru berstatus aparatur sipil negara (ASN). Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyatakan informasi tersebut adalah hoaks dan tautan yang dibagikan berpotensi digunakan sebagai modus pencurian data pribadi atau phishing.

Informasi mengenai program bantuan insentif untuk guru ASN dan PNS senilai Rp 7 juta ini mulai menyebar di berbagai akun Facebook sejak April 2026. Narasi yang menyertainya mengajak penerima untuk segera mendaftar secara daring karena kuota yang cepat penuh.

Berdasarkan pemeriksaan, tautan yang disebarkan dalam unggahan tersebut mengarahkan pengguna ke sebuah laman yang meminta pengisian data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram. Praktik semacam ini merupakan indikasi kuat dari modus pencurian data pribadi atau phishing. Modus serupa sebelumnya juga pernah ditemukan dengan tawaran bantuan sebesar Rp 2,1 juta.

Peringatan dari Kemendikdasmen

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebelumnya telah mengeluarkan imbauan kepada para guru untuk lebih waspada terhadap berbagai laman palsu yang berujung pada praktik phishing terkait pencairan bantuan insentif.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, menekankan pentingnya kehati-hatian bagi masyarakat, khususnya para guru, agar tidak mudah percaya terhadap pesan, surel, atau tautan mencurigakan yang mengatasnamakan instansi pemerintah.

Dikutip dari Antara pada 1 September 2025, Yudhistira menyatakan, “Waspada phishing, jangan mudah percaya dengan pesan, email, atau link mencurigakan yang mengatasnamakan pihak tertentu.”

Ia menambahkan beberapa saran untuk mengantisipasi modus penipuan ini, di antaranya adalah selalu memeriksa alamat surel atau nomor pengirim, mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah, menyimpan data pribadi hanya pada aplikasi resmi, serta menghindari mengklik tautan yang mencurigakan.

“Domain ini berusaha mencuri data pribadi Anda. Mohon berhati-hati dan pastikan hanya mengisi informasi pada laman resmi kementerian,” tegasnya.

Kesimpulan

Dengan demikian, tautan yang beredar dengan klaim bantuan insentif Rp 7 juta bagi guru ASN dipastikan sebagai hoaks. Tautan tersebut merupakan bagian dari modus pencurian data pribadi. Kemendikdasmen sendiri telah berulang kali mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap praktik phishing yang berkedok bantuan.