Akses.co.id — Sebuah narasi yang mengklaim pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengumumkan adanya program bantuan langsung (Direct Assistance Program/DAP) dari Pemerintah Australia untuk umat Kristen di Indonesia dipastikan sebagai hoaks. Penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan bahwa konten tersebut merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Narasi yang beredar ini menyebar melalui sejumlah akun Facebook, menampilkan video yang seolah-olah memperlihatkan seorang presenter televisi bersama Hotman Paris. Dalam video tersebut, mereka disebut mengumumkan program bantuan dari Pemerintah Australia yang ditujukan bagi umat Kristen yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi. Warganet yang tertarik bahkan diminta untuk menghubungi nomor WhatsApp yang tertera dalam unggahan.
Analisis Konten Video
Melalui teknik reverse image search, Kompas.com menemukan bahwa video yang beredar merupakan gabungan dari dua materi video yang berbeda. Bagian yang menampilkan presenter televisi ternyata identik dengan unggahan di kanal YouTube tvOneNews. Namun, dalam video aslinya, presenter tersebut tidak membahas mengenai bantuan dari Australia. Isu yang diangkat justru tentang penangkapan seorang kepala desa di Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara, karena membawa benda menyerupai senjata api di tengah kerumunan massa saat sengketa tanah.
Sementara itu, bagian video yang menampilkan Hotman Paris Hutapea serupa dengan unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam video aslinya, Hotman Paris membahas pertanyaan mengenai apakah seorang hakim dapat menerima keterangan dari dua saksi non-medis dalam kasus perceraian yang disebabkan oleh virus HIV. Tidak ada pembahasan sama sekali mengenai bantuan dari Pemerintah Australia dalam video tersebut.
Deteksi AI Generatif
Lebih lanjut, analisis suara Hotman Paris dalam video hoaks tersebut menggunakan alat pendeteksi AI generatif. Hasil pengecekan dengan Truth Scan menunjukkan probabilitas suara tersebut dihasilkan oleh AI mencapai 98 persen. Verifikasi tambahan menggunakan Hive Moderation juga menguatkan temuan ini, dengan probabilitas suara Hotman Paris dihasilkan oleh AI sebesar 80,4 persen.
Kesimpulannya, video yang mengatasnamakan Hotman Paris Hutapea mengumumkan bantuan DAP dari Pemerintah Australia untuk umat Kristen di Indonesia adalah hasil manipulasi dan tidak memiliki dasar fakta. Narasi ini sepenuhnya merupakan hoaks yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan.
Ikuti Akses.co.id
