JAKARTA, KOMPAS.com – PT Hutama Karya (Persero) resmi meluncurkan Mozy, sebuah aplikasi ekosistem digital terintegrasi yang dirancang untuk pengelolaan jalan tol. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan transformasi layanan operasional perusahaan yang berbasis teknologi.
Peluncuran Mozy dilakukan bersamaan dengan peresmian pembaruan command center sebagai pusat kendali operasional jalan tol Hutama Karya. Acara ini berlangsung pada Rabu (22/04).
Aplikasi Mozy merupakan evolusi dari aplikasi sebelumnya yang dikenal sebagai HK Toll Apps. Nama “Mozy” sendiri merupakan gabungan dari kata bahasa Inggris “move” dan “easily”, yang mencerminkan tujuan aplikasi untuk mendukung mobilitas pengguna jalan dengan cara yang lebih praktis dan mudah diakses.
Transformasi Digital Hutama Karya
Transformasi ini menjadi krusial seiring dengan bertambahnya ruas jalan tol yang dikelola oleh Hutama Karya. Perusahaan menilai perlunya sistem yang adaptif, terintegrasi, dan mudah dikenali, baik untuk pengendalian lalu lintas maupun pengembangan layanan digital.
Selain Mozy, Hutama Karya juga memperkenalkan identitas turunan dalam ekosistem digitalnya. MozyTru didedikasikan untuk layanan Single Lane Free Flow (SLFF) atau transaksi tol nirsentuh, sementara MoVision berfungsi sebagai dashboard untuk operasi dan pemeliharaan jalan tol.
Pengembangan ini melanjutkan implementasi teknologi digital yang telah dilakukan perusahaan, termasuk penguatan Intelligent Traffic System (ITS) yang telah diterapkan sejak tahun 2019. Sistem ITS ini mengintegrasikan berbagai fitur pemantauan canggih.
Fitur-fitur tersebut meliputi:
- Smart CCTV: Untuk pengawasan lalu lintas dan deteksi insiden secara real-time.
- Remote Traffic Microwave Sensor (RTMS): Untuk memantau volume kendaraan, kecepatan rata-rata, dan tingkat kepadatan lalu lintas.
Komitmen Tingkatkan Kualitas Layanan
Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menyatakan bahwa pembaruan ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan, terutama di tengah pertumbuhan jaringan jalan tol yang terus berkembang.
“Bertambahnya ruas tol yang dikelola Hutama Karya menuntut sistem pengelolaan yang semakin tanggap, terintegrasi, dan selaras dengan perkembangan teknologi,” ujar Koentjoro dalam rilis yang diterima pada Rabu (22/4/2026).
Oleh karena itu, pembaruan command center dan rebranding aplikasi ini menjadi kelanjutan dari sistem yang telah dibangun sebelumnya. Kini, aplikasi hadir dengan tampilan yang lebih modern, mudah diakses, dan semakin relevan dengan kebutuhan operasional serta pengguna jalan.
Command Center yang diperbarui juga diharapkan mampu mendukung pemantauan dan pengendalian lalu lintas secara real-time dengan kapasitas visualisasi yang lebih optimal.
[video.2]Fasilitas command center ini juga dirancang sebagai ruang representatif untuk kegiatan kunjungan dan studi banding.
Aktivasi di Rest Area Tol Trans-Sumatera
Sebagai bagian dari rangkaian peluncuran, Hutama Karya juga menggelar aktivasi aplikasi di sejumlah rest area. Lokasi aktivasi meliputi Tol Pekanbaru–Dumai KM 45, Tol Binjai–Langsa KM 41, dan Rest Area Mini Tol Palembang–Indralaya.
Melalui peluncuran Mozy dan pembaruan command center ini, Hutama Karya menegaskan kembali komitmennya untuk menghadirkan pengelolaan jalan tol yang modern, andal, dan terintegrasi.






