Akses.co.id — Anthony Sinisuka Ginting menelan kekalahan tipis dalam tiga gim melawan Toma Junior Popov, membuat Indonesia tertinggal 0-3 dari Perancis pada laga krusial Piala Thomas 2026. Kekalahan ini secara efektif mengeliminasi peluang Indonesia untuk lolos ke fase gugur turnamen beregu putra prestisius tersebut.
Pertandingan yang menentukan nasib Indonesia di Forum Horsens, Denmark, pada Selasa (28/4/2026) ini, sebelumnya telah diwarnai dua kekalahan beruntun. Jonatan Christie takluk dari Christo Popov dengan skor 19-21, 14-21, disusul kekalahan Alwi Farhan dari Alex Lanier dengan skor 15-21, 19-21.
Ginting Tumbang dalam Pertarungan Sengit
Anthony Sinisuka Ginting, yang turun di partai ketiga, berhadapan dengan Toma Junior Popov. Gim pertama dimulai dengan Ginting yang tampil agresif, memanfaatkan smes silang sebagai senjata utamanya. Serangan Ginting kerap menghasilkan bola tanggung dari Popov, yang kemudian disambar Ginting untuk meraih poin. Ia sempat unggul 3-1 dan menjauh hingga 9-4.
Interval gim pertama pun berhasil direbut Ginting dengan keunggulan 11-7. Namun, Popov mulai bangkit dan mendekatkan jarak melalui serangan tajamnya, menipiskan skor menjadi 12-10. Kesalahan sendiri mulai menghantui Ginting, membuat kedudukan imbang 14-15. Pertarungan ketat tak terhindarkan memasuki poin-poin kritis, saling kejar terjadi di kedudukan 17-18, 18-18, hingga 19-19.
Ginting sempat meraih game point, namun Popov berhasil memaksakan deuce 20-20. Akhirnya, Ginting menutup gim pertama dengan smes silang keras yang tak mampu dijangkau Popov, 22-20.
Perjuangan Ginting di Gim Kedua dan Ketiga
Memasuki gim kedua, Toma Junior Popov mengambil inisiatif serangan dan memimpin 4-1. Pengembalian Ginting yang tidak akurat menambah keunggulan Popov menjadi 6-2. Keputusan Ginting untuk mengangkat bola justru dimanfaatkan Popov untuk memperlebar jarak menjadi 4-9. Kecerdikan Popov menempatkan bola ringan di depan net membuatnya unggul 11-5 di interval gim kedua.
Popov tampil nyaman mendikte permainan, sementara pengembalian Ginting kerap menyangkut di net. Skor semakin menjauh 8-15, dan pukulan Ginting mulai tak beraturan. Meski sempat meraih dua poin beruntun, Ginting kesulitan mengejar Popov yang sudah mendekati angka 21. Popov akhirnya menutup gim kedua dengan skor 21-15.
Gim ketiga berlangsung lebih sengit. Toma Junior Popov meladeni permainan cepat Ginting dengan sabar, menciptakan kejar-mengejar angka dari 2-3 hingga 5-5. Ginting sempat mendominasi dengan memenangi empat poin beruntun untuk unggul 9-5 dan merebut interval gim ketiga 11-6.
Namun, kepercayaan diri Ginting yang meningkat justru berbuah bumerang. Smes lurusnya yang terlalu banyak jatuh di luar arena dimanfaatkan Popov untuk memangkas jarak menjadi 11-13. Situasi kritis dihadapi Ginting ketika terjatuh di lapangan pada kedudukan 13-12, sempat memegangi kaki pertanda nyeri.
Skor kembali ketat 14-14. Ginting berusaha mengontrol tempo dan berhasil meraih dua poin tambahan, meski Popov kembali mendekat 18-17. Situasi deuce kembali terjadi di kedudukan 19-19. Toma Junior Popov berhasil mengamankan dua poin terakhir dan memenangi gim ketiga dengan skor 21-19.
Kekalahan ini memastikan Indonesia tertinggal 0-3 dari Perancis. Dua laga terakhir, termasuk partai keempat yang akan menampilkan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfanahi melawan Eloi Adam/Leo Rossi, harus dimenangi untuk menjaga asa lolos ke fase gugur.
Ikuti Akses.co.id
