— Hasil autopsi resmi untuk Celeste Rivas Hernandez, remaja 14 tahun yang tewas secara tragis, akhirnya dirilis ke publik. Laporan dari Kantor Pemeriksa Medis Los Angeles mengonfirmasi bahwa penyebab kematian Celeste adalah “luka tusuk yang banyak” di tubuhnya, sebuah perkembangan baru dalam kasus yang menyeret nama D4vd.

Menurut rincian laporan, Celeste mengalami dua luka tusuk utama di bagian torso. Satu luka ditemukan di perut kanan yang mengakibatkan kerusakan pada hati, sementara luka lainnya berada di dada kiri dan merusak tulang rusuk di sekitarnya. Selain luka tusuk, investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa tubuh korban ditemukan dalam kondisi termutilasi pada bagian lengan dan kaki.

Penyebab Kematian Ditetapkan sebagai Pembunuhan

Pihak berwenang secara resmi menetapkan kematian Celeste sebagai sebuah pembunuhan. Analisis toksikologi sempat mendeteksi kadar etanol rendah dalam jaringan hati korban. Namun, temuan ini dinilai tidak berkontribusi terhadap penyebab kematian, dan kemungkinan berasal dari proses pascakematian atau konsumsi sebelum meninggal.

Tes awal juga menunjukkan hasil “dugaan positif” terhadap beberapa zat, termasuk benzodiazepin, metamfetamin, dan MDMA. Akan tetapi, hasil lanjutan tidak berhasil menemukan keberadaan zat tersebut secara pasti. Sejumlah pengujian lain dinyatakan tidak konklusif karena adanya zat pengganggu.

Laporan autopsi yang terdiri dari 26 halaman ini dirilis pada 22 April, setelah sebelumnya sempat disegel selama berbulan-bulan. Pembukaan dokumen ke publik ini terjadi tak lama setelah D4vd, yang memiliki nama asli David Anthony Burke, didakwa atas pembunuhan Celeste.

Latar Belakang Kasus yang Mengejutkan

Kasus ini bermula dari penemuan jasad korban yang telah dimutilasi di dalam bagasi mobil Tesla yang disita pada tahun 2025. Mobil tersebut diketahui terdaftar atas nama Burke. Penyelidikan awal berjalan lambat karena penyebab kematian belum dapat dipastikan secara dini. Bahkan, pada September 2025, kepolisian Los Angeles menyatakan bahwa belum ada tersangka yang ditetapkan.

Belakangan terungkap bahwa Celeste diduga merupakan saksi dalam kasus lain yang melibatkan Burke, terkait dugaan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur. Jaksa kemudian mendakwa Burke dengan pembunuhan tingkat pertama disertai keadaan khusus, termasuk dugaan pembunuhan terhadap saksi dan motif keuntungan tertentu. Ia juga menghadapi dakwaan tambahan terkait tindakan seksual terhadap anak di bawah umur dan mutilasi jenazah.

Ancaman Hukuman Berat

Jika terbukti bersalah, Burke terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Hukuman mati juga tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan.

Dalam sidang pembacaan dakwaan, Burke menyatakan tidak bersalah dan saat ini ditahan tanpa jaminan di penjara Los Angeles. Sidang pendahuluan dijadwalkan akan berlangsung pada 23 April.

Pihak keluarga korban menyambut perkembangan ini dengan harapan keadilan dapat ditegakkan. Mereka telah berbulan-bulan menanti kejelasan atas kematian tragis Celeste.