— JAKARTA, KOMPAS.com – Adik kandung Presiden terpilih Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa kakaknya telah mencetuskan gagasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) jauh sebelum memiliki niat mendirikan Partai Gerindra.

Menurut Hashim, Prabowo telah melihat potensi ancaman stunting terhadap masa depan bangsa sejak tahun 2006.

“Stunting ini adalah yang menyebabkan Prabowo Subianto pada tahun 2006 mencetuskan ide untuk program MBG ini. Ini 2006, berarti 20 tahun lalu, Pak Prabowo waktu itu belum ada partai, belum ada Partai Gerindra. Belum ada imajinasi, belum ada khayalan untuk mendirikan partai,” ujar Hashim dalam acara Asosiasi Badan Usaha Perbaikan Perumahan Nasional (ABPEDNAS) di Hotel Fairmont, Jakarta, Minggu (19/5/2024) malam.

Ia menambahkan, “Namun waktu itu Pak Prabowo sudah melihat bahwa stunting merupakan suatu ancaman bagi masa depan bangsa kita.”

Hashim memaparkan, data Kementerian Kesehatan pada tahun 2006 menunjukkan bahwa 30 persen anak di Indonesia mengalami stunting atau kekurangan gizi kronis.

Ia mengenang kekhawatiran Prabowo terhadap kondisi tersebut di masa lalu, mengingat anak-anak yang mengalami stunting saat ini merupakan calon angkatan kerja di masa depan.

“Sewaktu itu Pak Prabowo bilang ke saya, ‘kalau ini tidak bisa ditanggulangi, kondisi yang berat ini, kita bisa membayangkan 20 tahun kemudian ya’. Dia bilang 30 persen angkatan kerja dari angkatan kerja Indonesia itu 30 persen adalah orang-orang yang menderita stunting, 30 persen,” jelas Hashim.

Oleh karena itu, Hashim menduga bahwa 30 persen angkatan kerja yang ada saat ini mungkin adalah anak-anak yang mengalami stunting di masa lalu.

“Ini sekarang sudah 20 tahun, 20 tahun dari 2006 sekarang. Jangan-jangan 30 persen dari para pekerja kita, di desa atau di pabrik atau di kota besar menderita stunting. Coba. Dengan IQ rata-rata yang saya dengar 72. Orang-orang yang stunting mereka IQ-nya rata-rata 72 dari manusia yang biasa 100,” imbuhnya.