— JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberikan insentif bagi warga untuk menggunakan transportasi publik. Dalam rangka memperingati Hari Transportasi Nasional 2026 yang jatuh pada 24 April, masyarakat dapat menikmati tarif spesial Rp 1 untuk layanan Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta, berlaku sepanjang hari.

Inisiatif ini juga bertepatan dengan perayaan Hari Kartini yang diperingati pada 21 April. Kebijakan tarif Rp 1 ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi umum yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Tarif Transportasi Rp 1 Berlaku Seharian

Tarif Rp 1 akan berlaku khusus pada Hari Transportasi Nasional, 24 April 2026, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB. Seluruh layanan transportasi umum yang berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, yaitu Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta, akan menerapkan tarif spesial ini.

Masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan perjalanan seharian dengan biaya yang sangat terjangkau. Kebijakan ini bukan hanya sekadar promo, melainkan bagian dari upaya jangka panjang Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kesadaran dan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan transportasi publik.

“Ini kami berikan agar masyarakat semakin terbiasa menggunakan transportasi umum,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam keterangan resmi, Kamis (23/4/2026).

Dengan adanya tarif yang sangat murah, Pemprov DKI Jakarta berharap semakin banyak warga yang meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik.

Layanan Gratis Tetap Mengikuti Aturan

Sementara itu, untuk layanan seperti Mikrotrans, Transjakarta Cares, dan kelompok masyarakat yang sudah mendapatkan tarif Rp 0, ketentuannya tetap mengacu pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 160 Tahun 2016. Tidak ada perubahan skema bagi pengguna yang memang sudah terdaftar dan mendapatkan fasilitas gratis sebelumnya.

Jumlah Penumpang Terus Meningkat

Tren minat masyarakat terhadap transportasi publik di Jakarta menunjukkan peningkatan yang signifikan. Sepanjang Triwulan I 2026, total penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mencapai 112,1 juta orang. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 7,99 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 103,8 juta penumpang.

Kenaikan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penambahan rute dan armada, peningkatan fasilitas dan infrastruktur, integrasi layanan, serta digitalisasi sistem pembayaran. Selain itu, kampanye penggunaan transportasi publik yang terus digalakkan juga turut berperan dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat.

Lebih Hemat dan Ramah Lingkungan

Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa beralih ke transportasi publik membawa banyak manfaat, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.

“Beralih ke transportasi publik membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara. Selain itu, lebih hemat biaya, waktu, dan tenaga, serta mendorong gaya hidup sehat,” tutur Gubernur Pramono.

Dengan adanya program tarif Transjakarta Rp 1 pada Hari Transportasi Nasional, momentum ini diharapkan dapat menjadi titik awal perubahan kebiasaan masyarakat menuju mobilitas yang lebih efisien dan berkelanjutan di Ibu Kota.