— Tarif listrik PLN untuk periode 27 April hingga 3 Mei 2026 dipastikan tidak mengalami perubahan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif ini tetap sama seperti triwulan II 2026 (April-Juni), sehingga harga token listrik pun tidak mengalami kenaikan.

Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung daya saing industri nasional. “Masyarakat tidak perlu cemas, karena pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode triwulan II tahun 2026 tetap. Penetapan ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat,” ujar Tri Winarno, dikutip dari laman resmi PLN.

Penetapan tarif listrik ini telah melalui evaluasi menyeluruh terhadap berbagai indikator ekonomi makro, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Penyesuaian tarif listrik bagi pelanggan nonsubsidi tetap mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024.

Rincian Tarif Listrik PLN per Golongan

Berikut adalah rincian tarif listrik yang berlaku pada 27 April-3 Mei 2026 untuk seluruh golongan pelanggan PLN:

1. Rumah Tangga (Nonsubsidi)

  • R-1/TR 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
  • R-1/TR 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
  • R-1/TR 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
  • R-2/TR 3.500–5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
  • R-3/TR, TM di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh

2. Pelanggan Bisnis

  • B-2/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
  • B-3/TM, TT di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh

3. Pelanggan Industri

  • I-3/TM di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
  • I-4/TT di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh

4. Fasilitas Pemerintah dan Penerangan Jalan Umum

  • P-1/TR 6.600 VA–200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
  • P-2/TM di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh
  • P-3/TR (penerangan jalan umum): Rp 1.699,53 per kWh
  • L/TR, TM, TT (berbagai tegangan): Rp 1.644,52 per kWh

5. Pelayanan Sosial

  • S-1/TR 450 VA: Rp 325 per kWh
  • S-1/TR 900 VA: Rp 455 per kWh
  • S-1/TR 1.300 VA: Rp 708 per kWh
  • S-1/TR 2.200 VA: Rp 760 per kWh
  • S-1/TR 3.500 VA–200 kVA: Rp 900 per kWh
  • S-2/TM di atas 200 kVA: Rp 925 per kWh

6. Rumah Tangga (Subsidi)

  • R-1/TR 450 VA: Rp 415 per kWh
  • R-1/TR 900 VA: Rp 605 per kWh

Perkiraan Jumlah kWh dari Pembelian Token Listrik

Jumlah kWh yang diperoleh dari pembelian token listrik akan dipengaruhi oleh Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang besaran tarifnya berbeda di setiap daerah. Sebagai ilustrasi, di Jakarta, tarif PPJ untuk pelanggan PLN dibedakan berdasarkan golongan daya:

  • Sampai 2.200 VA: 2,4 persen
  • 3.500–5.500 VA: 3 persen
  • 6.600 VA ke atas: 4 persen

Perhitungan jumlah kWh yang didapatkan menggunakan rumus:

(Nominal token – PPJ daerah) ÷ tarif dasar listrik = kWh yang didapatkan

Perkiraan kWh untuk Pembelian Token Rp 50.000 (di Jakarta)

Berikut rincian perkiraan kWh yang diperoleh jika membeli token Rp 50.000 untuk masing-masing golongan pelanggan rumah tangga nonsubsidi di Jakarta:

1. Rumah tangga daya 900 VA

(Rp 50.000 – 2,4 persen) : Rp 1.352 = (Rp 50.000 – Rp 1.200) : Rp 1.352 = Rp 48.800 : Rp 1.352 = 36,09 kWh.

2. Rumah tangga daya 1.300-2.200 VA

(Rp 50.000 – 2,4 persen) : Rp 1.444,70 = (Rp 50.000 – Rp 1.200) : Rp 1.444,70 = Rp 48.800 : Rp 1.444,70 = 33,78 kWh.

3. Rumah tangga daya 3.500-5.500 VA

(Rp 50.000 – 3 persen) : Rp 1.699,53 = (Rp 50.000 – Rp 1.500) : Rp 1.699,53 = Rp 48.500 : Rp 1.699,53 = 28,54 kWh.

4. Rumah tangga daya 6.600 VA lebih

(Rp 50.000 – 4 persen) : Rp 1.699,53 = (Rp 50.000 – Rp 2.000) : Rp 1.699,53 = Rp 48.000 : Rp 1.699,53 = 28,24 kWh.

Perkiraan kWh untuk Pembelian Token Rp 100.000 (di Jakarta)

Sementara itu, berikut rincian besaran kWh yang diperoleh jika membeli token Rp 100.000 untuk masing-masing golongan pelanggan rumah tangga nonsubsidi di Jakarta:

1. Rumah tangga daya 900 VA

(Rp 100.000 – 2,4 persen) : Rp 1.352 = (Rp 100.000 – Rp 2.400) : Rp 1.352 = Rp 97.600 : Rp 1.352 = 72,189 kWh.

2. Rumah tangga daya 1.300-2.200 VA

(Rp 100.000 – 2,4 persen) : Rp 1.444,70 = (Rp 100.000 – Rp 2.400) : Rp 1.444,70 = Rp 97.600 : Rp 1.444,70 = 67,556 kWh.

3. Rumah tangga daya 3.500-5.500 VA

(Rp 100.000 – 3 persen) : Rp 1.699,53 = (Rp 100.000 – Rp 3.000) : Rp 1.699,53 = Rp 97.000 : Rp 1.699,53 = 57,072 kWh.

4. Rumah tangga daya 6.600 VA lebih

(Rp 100.000 – 4 persen) : Rp 1.699,53 = (Rp 100.000 – Rp 4.000) : Rp 1.699,53 = Rp 96.000 : Rp 1.699,53 = 56,486 kWh.

Perlu diingat, besaran kWh yang diterima dapat berbeda di setiap daerah, tergantung tarif listrik dan besaran PPJ yang berlaku.