Akses.co.id — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, seperti Pertamax Turbo, belakangan ini menjadi sorotan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap minat beli kendaraan. Namun, PT Jetour Sales Indonesia menilai bahwa dampak tersebut tidak sebesar yang dibayangkan, terutama bagi model terlaris mereka, Jetour T2.
Moch Ranggy Radiansyah, Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, menyatakan bahwa meskipun harga BBM menjadi salah satu pertimbangan konsumen, hal itu bukanlah faktor penentu utama dalam keputusan pembelian mobil. Strategi Jetour justru difokuskan pada efisiensi dan kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar.
Jetour T2 Tetap Andalkan Pertamax
Menjawab pertanyaan mengenai penggunaan bahan bakar kendaraan SUV terbarunya di tengah kenaikan harga BBM, Ranggy menegaskan bahwa Jetour T2 dirancang khusus untuk menggunakan bahan bakar dengan Research Octane Number (RON) 92, atau yang dikenal sebagai Pertamax.
“Iya kendaraan kami saat ini didesain memang untuk requirement RON 92 ya, untuk Pertamax,” ujar Ranggy saat ditemui di Beijing pada (24/4/2006).
Ia menambahkan bahwa desain Jetour T2 telah disesuaikan sedemikian rupa agar performa mesin tetap optimal saat menggunakan Pertamax. “Jadi sudah didesain sedemikian rupa supaya memang cocok dengan RON 92. Jadi dengan Pertamax, penggunaan untuk jangka panjang pun tidak akan ada masalah,” jelas Ranggy.
Keputusan untuk merekomendasikan Pertamax ini menjadikan Jetour T2 tetap relevan bagi konsumen. Pasalnya, Pertamax masih menjadi pilihan bahan bakar yang umum di pasar otomotif Indonesia. Artinya, konsumen tidak perlu terbebani keharusan beralih ke bahan bakar dengan oktan lebih tinggi yang umumnya memiliki harga lebih mahal.
Performa Jetour T2 Tak Terpengaruh
Dari sisi performa, Jetour T2 tetap menawarkan kapabilitas yang kompetitif. SUV ini dibekali dengan mesin berkapasitas 2.000 cc empat silinder turbo. Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 241 Tk pada putaran 5.500 rpm, serta torsi puncak 375 Nm pada putaran 4.000 rpm.
Tenaga yang dihasilkan disalurkan melalui transmisi otomatis 7-percepatan Dual Clutch Transmission (DCT). Kombinasi ini diklaim memberikan keseimbangan yang baik antara performa responsif dan efisiensi bahan bakar.
Selain itu, Jetour T2 juga dilengkapi dengan tangki bahan bakar berkapasitas 70 liter. Kapasitas ini memungkinkan jarak tempuh yang cukup panjang untuk perjalanan jauh, sesuai dengan karakter SUV yang dirancang untuk berbagai skenario perjalanan.
Ikuti Akses.co.id
