WASHINGTON D.C. – Lonjakan harga bensin di Amerika Serikat hingga menembus lebih dari 4 dollar AS per galon, level tertinggi dalam empat tahun terakhir, memicu pertanyaan mengenai perbandingannya dengan negara lain. Meskipun mengalami kenaikan signifikan akibat dampak konflik di Iran, harga bahan bakar di AS dilaporkan masih lebih rendah dibandingkan banyak negara maju lainnya.
Kenaikan harga ini sangat sensitif bagi masyarakat Amerika Serikat, mengingat rata-rata warga menempuh perjalanan sekitar 13.000 mil per tahun. Kondisi tersebut membuat fluktuasi harga bahan bakar memiliki dampak langsung pada biaya hidup sehari-hari.
Menurut laporan The Wall Street Journal, Rabu (22/4/2026), terdapat beberapa faktor kunci yang menyebabkan harga bensin di AS tetap relatif lebih murah, bahkan saat terjadi lonjakan global.
Produksi Minyak Domestik yang Besar
Salah satu penopang utama harga bensin di AS adalah kapasitas produksi minyaknya yang sangat besar. Amerika Serikat saat ini memegang predikat sebagai produsen minyak terbesar di dunia, dengan volume produksi yang jauh melampaui era krisis minyak tahun 1970-an.
Tingkat produksi domestik yang tinggi ini memberikan AS semacam “bantalan” terhadap guncangan pasokan global. Ketika konflik internasional, seperti perang di Iran, memicu kenaikan harga energi dunia, dampaknya terhadap pasar domestik AS cenderung tidak separah negara-negara yang sangat bergantung pada impor minyak.
Peran Pajak Bahan Bakar
Perbedaan fundamental harga bensin antara Amerika Serikat dan negara lain sebagian besar terletak pada kebijakan perpajakan. Laporan dari S&P Global Energy menunjukkan bahwa pemerintah AS menerapkan salah satu tarif pajak bahan bakar terendah di dunia.
Pada Maret lalu, dari rata-rata harga bensin 3,64 dollar AS per galon di AS, hanya sekitar 60 sen yang merupakan kontribusi dari pajak federal dan negara bagian. Angka ini sangat kontras dengan banyak negara Eropa, di mana pajak dapat menyumbang antara 50 persen hingga 60 persen dari total harga bahan bakar.
Rob Smith, Direktur Global Fuel Retail S&P Energy, menjelaskan bahwa di negara seperti Jerman, komponen terbesar dari harga bensin berasal dari pajak pertambahan nilai dan bea bahan bakar. Rata-rata harga bensin di Jerman pada periode yang sama bahkan mencapai 8,75 dollar AS per galon.
Perbandingan serupa terlihat di Meksiko, di mana harga bensin rata-rata mencapai 5,07 dollar AS per galon, dengan hampir 2 dollar AS di antaranya merupakan pajak. Fenomena ini membuat warga Meksiko yang tinggal di dekat perbatasan, seperti di Texas, kerap memilih mengisi bensin di wilayah AS untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau.
Alokasi Pajak yang Berbeda
Pajak bahan bakar yang relatif kecil di Amerika Serikat membuat beban konsumen akhir tidak terlalu berat. Berbeda dengan negara-negara Eropa yang menjadikan pajak sebagai komponen harga yang signifikan.
Selain itu, penggunaan dana dari pajak bahan bakar juga menunjukkan perbedaan signifikan. Di Amerika Serikat, pajak ini utamanya dialokasikan untuk pemeliharaan jalan dan infrastruktur jalan raya. Sementara itu, di negara lain, dana pajak bahan bakar memiliki cakupan penggunaan yang lebih luas, mulai dari mendanai sistem transportasi publik hingga kebutuhan belanja pemerintah secara umum.
Rob Smith menambahkan bahwa negara-negara di luar AS secara historis memang memanfaatkan pajak bahan bakar untuk berbagai kebutuhan tersebut. Di samping itu, beberapa wilayah di AS, seperti California, mulai menerapkan pungutan berbasis karbon dan regulasi lingkungan yang lebih ketat untuk mendorong pengurangan penggunaan bahan bakar fosil. Namun, kebijakan semacam ini masih terbatas dan belum seketat yang diterapkan di Eropa.






