Akses.co.id — Harga berbagai alat kesehatan (alkes) di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, dilaporkan mengalami lonjakan signifikan sejak sebulan terakhir. Kenaikan paling terasa pada harga sarung tangan, yang menjadi perhatian utama para pedagang dan konsumen.
Salah seorang pedagang alkes di Pasar Pramuka, Wati (45), mengonfirmasi kenaikan harga tersebut. “Iya, betul (semua naik). Sudah sebulan ini, sejak awal bulan,” ujarnya saat ditemui di lokasi pada Kamis (14/5/2026).
Perubahan Harga yang Signifikan
Wati merinci bahwa tidak hanya sarung tangan, tetapi juga tabung oksigen, kursi roda, dan popok dewasa mengalami kenaikan harga yang cukup berarti di tokonya.
Tabung oksigen, yang sebelumnya dibanderol seharga Rp 530.000, kini dijual antara Rp 550.000 hingga Rp 560.000.
Sementara itu, popok dewasa mengalami kenaikan sekitar Rp 5.000 untuk semua ukuran.
Kenaikan paling mencolok terlihat pada kursi roda, yang harganya melonjak sekitar Rp 100.000.
“Standar rumah sakit dari harga modal Rp 800.000, sekarang sudah Rp 925.000. Mau tidak mau kami jual seharga Rp 1 jutaan,” tambah Wati.
Pedagang lain, Yuli (25), turut mengamini fenomena ini. Ia menyebutkan bahwa kursi roda di tokonya juga mengalami kenaikan harga.
“Kursi roda dari Rp 850.000 menjadi Rp 900.000, itu modal kami. Kalau jual ke masyarakat sekitar Rp 1 jutaan,” jelas Yuli.
Sarung Tangan dan Masker Ikut Terimbas
Selain perlengkapan medis yang lebih besar, masker juga tidak luput dari kenaikan harga. Harga pembelian masker oleh pedagang yang biasanya Rp 13.000 per boks, kini naik menjadi Rp 16.000.
Akibatnya, Yuli terpaksa menjual masker seharga Rp 20.000 per boksnya.
Namun, kenaikan harga sarung tangan disebut sebagai yang paling signifikan. Yuli menjelaskan lebih lanjut mengenai hal ini.
“Sarung tangan naiknya luar biasa. Sarung tangan jenis nitrile itu jauh sekali naiknya, dari modal Rp 40.000 sekarang modalnya Rp 65.000,” tuturnya.
Untuk sarung tangan lateks, kenaikannya lebih moderat, yaitu sekitar Rp 5.000 per boks yang berisi 50 pasang.
Kenaikan Harian Sarung Tangan Nitrile
Pedagang lain yang enggan disebutkan namanya, Bara (50), mengeluhkan kenaikan harga sarung tangan yang terjadi setiap hari, khususnya untuk jenis nitrile.
“Yang harganya naik setiap hari itu sarung tangan nitrile, seperti yang berwarna hitam dan biru,” ungkap Bara di lokasi.
Ia memaparkan bahwa kenaikan harga sarung tangan jenis nitrile bersifat berjenjang, mulai dari Rp 55.000, kemudian Rp 65.000, hingga mencapai Rp 75.000.
Kotak P3K dan Apron Juga Naik
Dampak kenaikan harga juga dirasakan pada kotak P3K yang biasa ditempel di dinding. Sebelumnya, harga jual maksimalnya hanya Rp 125.000, namun kini modal pembeliannya saja sudah mencapai Rp 140.000.
Kondisi ini memaksa Bara untuk menaikkan harga jual kotak P3K menjadi Rp 160.000 hingga Rp 170.000.
Selain itu, apron atau celemek berbahan plastik sekali pakai juga mengalami lonjakan harga yang tidak kalah signifikan.
“Kenaikannya lumayan, sekitar Rp 30.000. Dulu harganya sekitar Rp 85.000 hingga Rp 95.000 sekarang modalnya sudah Rp 115.000. Saya menjualnya Rp 125.000 untuk isi 50 lembar,” pungkas Bara.
Ikuti Akses.co.id
