Akses.co.id — JAKARTA, KOMPAS.com – Lima pria yang diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sawah Besar, Jakarta Pusat, diduga memiliki keahlian khusus dalam menangani ikan sapu-sapu. Mereka mampu menyiangi ikan tersebut hanya bermodalkan sendok, menunjukkan tingkat kebiasaan dan pelatihan dalam aktivitas ini.
Kepala Satpol PP Sawah Besar, Darwis Silitonga, menjelaskan bahwa para pria tersebut menggunakan ujung sendok untuk membelah tubuh ikan dari bagian mulut hingga ke bawah. Daging ikan kemudian dipisahkan dari tulang menggunakan alat yang sama. “Jadi memang mereka ini sangat profesional untuk menyiangi ikan tersebut hanya dengan sendok,” ujar Darwis saat ditemui di kantornya, Sabtu (25/4/2026).
Lebih lanjut, Darwis menambahkan bahwa kelima pria itu datang dengan perlengkapan yang memadai, termasuk kantong plastik, sarung tangan, jaring, dan karung. Selama proses penangkapan dan penyiangan, mereka bahkan beberapa kali mengganti sarung tangan, menandakan keseriusan dalam menjalankan aktivitas tersebut.
Para pria yang diamankan mengaku sengaja mencari sungai dengan kondisi air yang dangkal. Hal ini dilakukan untuk memudahkan penangkapan ikan sapu-sapu yang umumnya hidup di dasar sungai. Di lokasi penangkapan di Kali Pasar Baru, tepatnya di depan Posbloc, Sawah Besar, satu orang diperkirakan mampu memperoleh sekitar 25 kilogram daging ikan sapu-sapu dalam sehari.
Mereka mengungkapkan bahwa hasil tangkapan tersebut dijual kepada pengepul di Cikarang, Bekasi. Daging ikan sapu-sapu dijual dengan harga Rp 15.000 per kilogram, sementara telur ikan dihargai Rp 10.000 per kilogram. Kulit ikan yang keras kemudian dibuang kembali ke sungai.
Menyikapi kejadian ini, Satpol PP Sawah Besar memberikan imbauan kepada kelima pria tersebut agar tidak mengulangi perbuatan serupa. “Dan yang bersangkutan, setelah kami berikan edukasi, mereka kami suruh pulang,” kata Darwis.
Ikuti Akses.co.id
