Tren

Hadapi Lonjakan Harga Energi Imbas Perang AS-Iran, Ini Bedanya Strategi RI dengan Berbagai Negara Lain

Advertisement

Lonjakan harga energi global akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran memicu respons cepat dari berbagai negara di dunia. Pemerintah di berbagai belahan bumi kini berupaya menahan gejolak kenaikan harga bahan bakar dan listrik demi melindungi daya beli masyarakat. Berbagai kebijakan darurat hingga suntikan subsidi tambahan mulai digulirkan, dengan fokus utama memastikan pasokan energi tetap aman dan terjangkau, sembari mengantisipasi risiko krisis energi yang lebih luas.

Strategi Global dalam Menghadapi Krisis Energi

Menghadapi ancaman krisis energi yang semakin nyata, negara-negara di dunia merespons dengan beragam strategi. Kebijakan yang diambil bervariasi, mulai dari penyesuaian pajak, subsidi, hingga peninjauan ulang kebijakan ekspor dan peningkatan produksi energi domestik.

Advertisement

Respons Negara-Negara di Berbagai Benua

  • Inggris berupaya menekan tagihan energi dengan mendorong pembangkit listrik tenaga angin dan surya yang lebih tua untuk masuk dalam kontrak harga tetap. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan biaya yang dibayar konsumen.
  • Belanda mengumumkan keringanan pajak sementara untuk meredam kenaikan harga bahan bakar dan menyiapkan langkah tambahan jika krisis energi semakin memburuk.
  • Swedia akan memangkas pajak bahan bakar serta meningkatkan subsidi listrik melalui anggaran tambahan musim semi, guna mengurangi beban rumah tangga.
  • India menyatakan akan meninjau ekspor bahan bakar untuk memastikan ketersediaan di dalam negeri. Pemerintah juga menilai permintaan pasokan dari negara tetangga dan hanya akan menyetujui ekspor jika terdapat surplus. Selain itu, kebijakan pembatasan penggunaan LPG untuk rumah tangga tertentu dan dorongan peningkatan produksi juga diterapkan.
  • Korea Selatan melonggarkan batas kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara dan meningkatkan pemanfaatan pembangkit nuklir hingga 80 persen. Negara ini juga melarang ekspor nafta untuk menjaga pasokan domestik.
  • China menghentikan ekspor bahan bakar olahan guna mengantisipasi potensi kelangkaan di dalam negeri. Pemerintah juga mulai menyalurkan cadangan pupuk nasional menjelang musim tanam.
  • Australia melepas cadangan bensin dan solar untuk mengatasi gangguan pasokan di sektor pedesaan, pertambangan, dan pertanian. Perdana menteri negeri kanguru itu juga mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum.
  • Jepang melonggarkan aturan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara dan berencana meningkatkan impor produk kimia antara. Kesepakatan impor minyak mentah dari Meksiko juga dilakukan untuk diversifikasi sumber energi.
  • Uni Eropa mendorong langkah sementara seperti pemotongan pajak listrik, pengurangan biaya jaringan, dan dukungan negara untuk menahan lonjakan harga energi.
  • Bangladesh mencari pendanaan eksternal untuk mengamankan impor bahan bakar dan gas alam cair.
  • Serbia memangkas pajak bahan bakar dan memperpanjang larangan ekspor minyak serta produk olahan demi menjaga pasokan domestik.
  • Italia mempertimbangkan pemotongan cukai bahan bakar serta kemungkinan kenaikan pajak bagi perusahaan yang dianggap mengambil keuntungan berlebihan dari krisis energi.
  • Spanyol berencana memangkas pajak bahan bakar dan listrik serta memberikan subsidi bagi sektor yang paling terdampak.
  • Argentina menunda kenaikan pajak bahan bakar dan karbon yang sebelumnya dijadwalkan.
  • Kamboja meningkatkan impor bahan bakar dari Singapura dan Malaysia untuk menutup kekurangan pasokan dari Vietnam dan China.
  • Malaysia menaikkan anggaran subsidi bensin untuk menjaga harga tetap. Pemerintah memperkuat pasokan pupuk dan dukungan sektor terdampak melalui berbagai kebijakan stabilisasi ekonomi.
  • Thailand mempertimbangkan pembelian minyak dari Rusia dan berupaya membatasi harga solar domestik. Pemerintah juga membekukan harga sejumlah barang dan memberikan dukungan bagi petani.
  • Yunani memberikan subsidi bahan bakar dan diskon tiket feri senilai ratusan juta euro untuk melindungi konsumen dan petani. Bantuan untuk rumah tangga dan sektor pertanian juga ditambah.
  • Rumania menurunkan pajak cukai solar untuk menekan harga di tingkat konsumen.
  • Slovenia membatasi pembelian bahan bakar sementara untuk mengatasi kelangkaan di pom bensin.
  • Filipina menangguhkan perdagangan listrik spot dan meningkatkan pembangkit berbasis batu bara. Pemerintah juga menyiapkan dana darurat untuk ketahanan energi.
  • Vietnam mempercepat penggunaan bensin campuran etanol untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
  • Singapura mempercepat penyaluran bantuan yang telah direncanakan untuk meredam dampak krisis energi.
  • Afrika Selatan mengurangi pajak bahan bakar sementara selama satu bulan.
  • Brasil meluncurkan skema baru untuk membantu subsidi impor solar dan sebelumnya telah menghapus pajak federal atas diesel.
  • Mesir membatasi harga roti non-subsidi dan meningkatkan harga pembelian gandum lokal untuk memperkuat stok pangan strategis.
  • Ethiopia meningkatkan subsidi bahan bakar.
  • Mauritius menerapkan pembatasan penggunaan listrik untuk kegiatan non-esensial guna menghemat energi.
  • Namibia memangkas pajak bahan bakar sementara untuk melindungi konsumen.
  • Nigeria meningkatkan ekspor bahan bakar dan urea ke negara-negara Afrika yang terdampak gangguan pasokan.
  • Sri Lanka memperketat sistem pembatasan bahan bakar untuk mengurangi antrean dan menjaga ketersediaan.
  • Polandia mengkaji penurunan pajak pertambahan nilai (VAT) untuk menurunkan harga bahan bakar.

Pendekatan Indonesia dalam Menghadapi Lonjakan Harga Energi

Sementara negara lain mengambil langkah berbeda, Indonesia berencana meningkatkan produksi batu bara dan mempertimbangkan pajak windfall atas ekspor. Pemerintah juga akan menerapkan program biodiesel B50 mulai Juli sebagai upaya penguatan ketahanan energi nasional.

Advertisement