— BLITAR, KOMPAS.com – Gudang pengolahan sabut kelapa di Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dilalap si jago merah pada Kamis (23/4/2026) malam. Kebakaran hebat ini menyebabkan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 100 juta bagi Purwoko (53), pemilik gudang sekaligus warga setempat.

Kepala Seksi Pemadaman pada Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar, Tedy Prasojo, menyatakan bahwa api melahap hampir seluruh isi dan bangunan gudang yang cukup luas. Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB dan mendapati api sudah membesar, berasal dari tumpukan sabut kelapa yang mudah terbakar.

“Petugas Damkar tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 22.00 WIB atau lebih sedikit dan api kebakaran begitu besar berasal dari tumpukan sabut kelapa yang mudah terbakar,” ujar Tedy, Jumat (24/4/2026).

Api diduga mulai berkobar sekitar pukul 21.00 WIB. Menurut keterangan Tedy, pekerja terakhir meninggalkan gudang pada pukul 20.00 WIB, dan saat itu belum ada tanda-tanda kebakaran.

“Sekitar pukul 20.00 WIB, pekerja terakhir meninggalkan gudang dan saat itu belum terjadi kebakaran,” kata Tedy merujuk pada perkiraan awal mula api.

Tumpukan puluhan ton sabut kelapa kering di dalam gudang menjadi faktor utama cepatnya api membesar. Besarnya kobaran api sempat menyulitkan petugas Damkar dan warga dalam upaya pemadaman.

“Sabut kelapa, peralatan-peralatan pengolahan sabut kelapa serta bangunan gudang hangus. Kami lakukan upaya pemadaman hingga pembasahan akhir setelah api mulai padam,” jelas Tedy.

Petugas Damkar berhasil memadamkan api sepenuhnya pada Jumat dini hari setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting aliran listrik di dalam gudang.

“Perhitungan dari pemilik, kerugian mencapai setidaknya Rp 100 juta,” pungkas Tedy.