Akses.co.id — Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) mengukuhkan Prof. Dr. Ir. Agustinus Agus Setiawan, S.T., M.T., IPM sebagai Guru Besar dalam bidang Rekayasa Struktur. Pengukuhan ini dilakukan dalam Sidang Terbuka Senat Akademik pada Jumat (24/4/2026), menyikapi pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan isu lingkungan yang semakin mendesak dalam dunia teknik sipil.
Prof. Agus dalam pidato ilmiahnya menekankan bahwa sektor teknik sipil kini berada di persimpangan krusial antara disrupsi teknologi dan krisis lingkungan global. Ia menegaskan bahwa integrasi AI dalam proses rekayasa serta penerapan prinsip keberlanjutan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak bagi insinyur masa depan.
“Insinyur masa depan tidak cukup hanya mampu membangun struktur yang kuat, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi yang cerdas, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Prof. Agus, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Minggu (26/2/2026).
Ia menyoroti peran industri konstruksi sebagai salah satu penyumbang emisi karbon global. Oleh karena itu, inovasi material dan pendekatan konstruksi hijau menjadi sangat krusial. Prof. Agus menjelaskan bahwa teknologi AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan efisiensi dalam desain, optimasi penggunaan material, hingga pemantauan kinerja struktur secara real-time.
Peran Insinyur Tetap Sentral di Era AI
Meskipun demikian, Prof. Agus mengingatkan bahwa peran manusia tetap menjadi kunci utama dalam setiap proses rekayasa. Ia menegaskan bahwa kecerdasan buatan hanyalah alat bantu, dan keputusan akhir tetap berada di tangan para insinyur yang memegang tanggung jawab etis dan profesional.
“AI adalah alat bantu. Keputusan tetap berada di tangan insinyur yang memiliki tanggung jawab etis dan profesional,” tegasnya.
Perjalanan akademis Prof. Agus dimulai dari pendidikan Sarjana di Universitas Katolik Soegijapranata, dilanjutkan dengan Program Magister di Institut Teknologi Bandung, dan meraih gelar Doktor dari Universitas Tarumanagara. Bidang penelitiannya mencakup pengembangan dan pemodelan berbasis AI untuk material beton rendah karbon yang ramah lingkungan, serta pemanfaatan limbah organik dan non-organik sebagai bahan pencampur beton.
Dalam bidang pengabdian masyarakat, Prof. Agus aktif terlibat dalam program teknologi pengolahan ikan asin berbasis greenhouse di Pandeglang, Banten, serta pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui inovasi digital di Tangerang. Ia juga telah menulis beberapa buku ajar penting, termasuk “Pengantar Struktur Beton Prategang”, “Perancangan Struktur Beton”, “Analisis Numerik”, dan “Perancangan Struktur Baja”.
Pengukuhan Prof. Agustinus Agus Setiawan ini memiliki nilai istimewa karena beliau menjadi satu-satunya Profesor di bidang Rekayasa Struktur di wilayah LLDIKTI Wilayah IV, yang mencakup Jawa Barat dan Banten. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pembina, pengawas, dan pengurus Yayasan Pendidikan Jaya, serta pimpinan unit-unit usaha Jaya Group.
Turut hadir pula Dr. Lukman, S.T., M.Hum., Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Partnership Account Manager British Council, Abdurrohman, serta berbagai akademisi dan praktisi dari perguruan tinggi dan industri konstruksi nasional.
Ikuti Akses.co.id
