Akses.co.id — JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah kekhawatiran anak muda terhadap pernikahan akibat tekanan ekonomi, segelintir pasangan generasi Z di Jakarta Barat justru memandang usia muda sebagai waktu yang tepat untuk merajut bahtera rumah tangga. Bagi mereka, memasuki gerbang pernikahan di awal usia 20-an bukan beban menakutkan, melainkan kesempatan untuk memulai dan belajar bersama.
Salsabila Shofia (20), warga Jembatan Besi, Tambora, merasakan kehidupan pasca-pernikahan justru menyenangkan dan tidak semenakutkan narasi yang beredar di media sosial.
“Enggak (seram) sih, karena kan nikah itu seru ya. Misalnya karena yang biasanya pulang malam ditelepon-teleponin, sekarang mah ya sudah, pulang malam sudah tinggal berdua, mau ke mana-mana bareng. Memulai hidup baru. Pokoknya jangan takut menikah, karena menikah tuh enggak seseram itu,” ujar Salsabila saat ditemui Kompas.com di lokasi nikah massal di Jakarta Barat, Jumat (24/4/2026).
Salsabila, yang menikah sejak September 2025, menekankan pentingnya saling pengertian dan keterbukaan dengan pasangan, terutama saat menghadapi krisis ekonomi dan kenaikan harga bahan pokok.
“Tergantung pengeluarannya saja, dijaga, diatur sebijak mungkin lah. Yang penting saling terbuka saja antara suami dan istri. Itu saja sih, saling ngerti gitu,” tuturnya.
Bebas Jalan Bareng Pasangan
Pandangan serupa diutarakan Danu (21) dan Marsya (20), pasangan muda asal Cengkareng, Jakarta Barat. Keduanya baru saja mengikuti acara Resepsi Pengesahan Perkawinan atau Isbat Nikah massal yang difasilitasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat. Sebelumnya, mereka telah melangsungkan pernikahan secara agama pada awal tahun 2025.
“Perasaannya sih senang saja, sudah resmi secara negara dan agama. Jadi kayak sudah bebas gitulah, mau ke mana juga sudah bebas. Iya, sudah sah soalnya,” kata Danu.
Danu menyadari banyak anak muda yang enggan menikah karena tanggung jawab besar dan tantangan ekonomi. Namun, ia siap menghadapi dinamika kehidupan baru sebagai suami, termasuk melanjutkan usaha orang tuanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Ya enggak gimana-gimana sih, jalani aja sebagaimana semestinya. Usahakan apa yang ada, pokoknya prinsipnya usaha semaksimal mungkin, Insya Allah ada rezekinya deh,” ujarnya.
Tantangan terbesar baginya justru terletak pada proses belajar mengasuh anak. Ia mengandalkan pengalaman orang tua dan mencari informasi dari media sosial serta internet.
“Khawatirnya itu kan biasanya takut pas nikah gimana gitu kan, tapi kalau memang saling pengertian dan saling sayang, mah, enggak ada masalah. Kita belajar juga dari awal lagi, semua bareng-bareng mulai dari awal,” ujar Danu.
Ia menambahkan bahwa pernikahan bisa dijalani sambil terus belajar dan saling memahami. “Intinya sih karena kita memang usianya masih muda, jadi kita harus mau banyak belajar. Apalagi untuk urusan keluarga gitu, balik lagi ke masing-masing aja, peraturannya gimana, kan tiap rumah tangga pasti punya penyesuaian,” jelasnya.
Nikah Massal di Jakarta Barat
Acara Resepsi Pengesahan Perkawinan atau Isbat Nikah massal yang digelar Kejari Jakarta Barat pada Jumat (24/4/2026) bertujuan memberikan kepastian hukum bagi warga yang sebelumnya hanya terikat pernikahan siri.
Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan suasana pernikahan pada umumnya, lengkap dengan tenda, pelaminan, kursi tamu, hingga area katering.
Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Nurul Wahida Rifal, menjelaskan bahwa program ini krusial untuk memastikan hak-hak hukum warga terpenuhi.
“Permasalahan administrasi dan legalitas perkawinan masih menjadi salah satu isu yang dihadapi oleh sebagian masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta Barat,” ujar Nurul dalam sambutannya.
Menurut Nurul, pernikahan yang tidak tercatat secara resmi dapat menimbulkan kerugian hukum, mulai dari status perkawinan hingga pemenuhan hak anak.
“Belum dilakukannya pencatatan perkawinan secara resmi dapat berdampak pada berbagai aspek hukum, seperti hak-hak keperdataan anak serta akses terhadap layanan administrasi kependudukan yang tidak bisa diakses karena pencatatan keabsahan pernikahan belum dilakukan,” tuturnya.
Ikuti Akses.co.id
