Akses.co.id — AMBON, KOMPAS.com – Guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,2 dilaporkan terjadi di wilayah Maluku pada Sabtu (25/4/2026) pukul 18.07 WIT. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa yang berpusat di Laut Banda ini tidak berpotensi tsunami.
Pusat gempa tercatat berada pada koordinat 5,0 Lintang Selatan dan 130,66 Bujur Timur. Lokasi tersebut berjarak sekitar 211 kilometer dari tenggara Seram Bagian Timur dengan kedalaman 121 kilometer dari permukaan laut.
Menurut Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini disebabkan oleh mekanisme naik atau thrust fault.
Guncangan Terasa di Sejumlah Wilayah
Berdasarkan peta guncangan yang dirilis BMKG, getaran gempa dirasakan dengan intensitas II Skala MMI di beberapa daerah. Wilayah yang melaporkan merasakan guncangan antara lain Kecamatan Seram Utara, Banda, Seram Utara Timur Seti, dan Seram Utara Timur Kobi di Kabupaten Maluku Tengah.
Selain itu, warga di Kepulauan Tanimbar dan beberapa titik di Kabupaten Seram Bagian Timur juga melaporkan merasakan getaran serupa. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan fisik akibat gempa tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah, Nova Anakotta, mengonfirmasi bahwa situasi di wilayahnya terpantau aman. “Tidak ada kerusakan. Getaran gempa juga tidak kita rasakan di sini,” ujar Nova saat dihubungi Kompas.com.
Penyebab Gempa dan Imbauan BMKG
BMKG mengklasifikasikan gempa ini sebagai gempa bumi menengah. Guncangan tersebut timbul akibat adanya aktivitas deformasi batuan di dalam Lempeng Banda. Kedalaman pusat gempa yang mencapai 121 kilometer menjadi faktor utama mengapa gempa ini tidak memicu gelombang tsunami.
Hingga pukul 18.29 WIT, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah termakan isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Ikuti Akses.co.id
