— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya memastikan gempa bermagnitudo 5,1 yang mengguncang wilayah tersebut pada Jumat (24/4/2026) tidak menimbulkan kerusakan. Kepala BPBD Maluku Barat Daya, Jemy Lico, menyatakan belum ada laporan mengenai dampak kerusakan akibat gempa yang berpusat di Laut Banda itu.

“Sejauh ini tidak ada laporan soal kerusakan akibat gempa yang terjadi,” kata Jemy Lico kepada Kompas.com, Jumat (24/4/2026).

Getaran gempa yang terjadi pada pukul 07.13 WIT itu bahkan dilaporkan tidak dirasakan oleh sebagian besar warga di Maluku Barat Daya. “Getaran gempa juga tidak dirasakan warga di sini, mungkin di pulau-pulau ya tapi belum ada laporan juga ya,” ujar Jemy Lico.

Ketiadaan getaran juga dikonfirmasi oleh warga di Kepulauan Banda, Maluku Tengah. Salmin Umar, salah seorang warga, mengatakan, “Kita tidak merasakan ada getaran gempa di sini, mungkin terlalu jauh.”

Analisis BMKG

Gempa tersebut berpusat di Laut Banda pada koordinat 7,42 Lintang Selatan dan 129,34 Bujur Barat. Lokasinya berada di laut, sekitar 190 kilometer arah Timur Laut Maluku Barat Daya, dengan kedalaman 150 kilometer.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini merupakan jenis gempa menengah yang dipicu oleh aktivitas deformasi dalam lempeng atau intraslab subdiksi Laut Banda. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar turun atau oblique normal,” jelas Plt Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam keterangan tertulis.

Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa tersebut diperkirakan menimbulkan guncangan dengan intensitas III MMI di wilayah Pulau-Pulau Babar dan Pulau Wetang, Maluku Barat Daya. BMKG juga menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.