— Gempa bumi dengan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah pantai barat laut Jailolo, Maluku Utara, pada Jumat (24/4/2026) pukul 11.45 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di laut, 115 kilometer arah barat laut Jailolo, dengan kedalaman 26 kilometer.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut termasuk dalam kategori dangkal. Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas deformasi kerak bumi.

Analisis BMKG dan Dampak Gempa

“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi,” ujar Rahmat Triyono, Jumat, seperti dilansir dari Antara. Ia menambahkan bahwa berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa ini memiliki pergerakan mendatar atau strike slip.

Gempa ini dilaporkan dirasakan hingga ke wilayah Ternate, Maluku Utara. Intensitas getaran dilaporkan berada pada skala II-III MMI, yang berarti getaran dirasakan nyata di dalam rumah atau terasa seperti ada truk yang berlalu.

Potensi Tsunami dan Imbauan

Meskipun demikian, BMKG menyatakan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Rahmat Triyono mengonfirmasi bahwa hasil pemodelan menunjukkan tidak adanya ancaman tsunami bagi wilayah pesisir.

Hingga pukul 12.10 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock. Rahmat Triyono mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kebenaran informasi terkait gempa bumi dan peringatan tsunami hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang terverifikasi.