Akses.co.id — Gempa bumi bermagnitudo 4,2 mengguncang wilayah perairan barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat pada Selasa, 5 Mei 2026 pukul 05:14:39 WIB. Menurut data resmi BMKG, gempa ini berpusat di laut dengan kedalaman 14 kilometer dan dirasakan oleh masyarakat di beberapa wilayah sekitarnya. BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
Episentrum gempa terletak pada koordinat 8.08 Lintang Selatan dan 107.92 Bujur Timur, berjarak sekitar 76 kilometer dari barat daya Kabupaten Pangandaran. Kedalaman gempa yang relatif dangkal ini memungkinkan getaran dirasakan lebih luas di permukaan.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat dengan intensitas bervariasi. BMKG mencatat skala III MMI di Cipatujah, Tasikmalaya, serta III MMI di Langkaplancar, Pangandaran. Sementara itu, Kota Tasikmalaya, Banjar, Cikoneng, dan Ciamis merasakan getaran dengan skala II-III MMI. Getaran ini cukup terasa untuk membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
BMKG dalam rilis resminya menyatakan bahwa gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat. Meskipun tidak berpotensi tsunami, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Disarankan pula untuk memeriksa kekuatan bangunan tempat tinggal guna mengantisipasi dampak yang tidak diinginkan.
Ikuti Akses.co.id
