— Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (ORADO) menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) perdananya, sebuah langkah strategis untuk membangun olahraga domino secara terstruktur dan profesional di Indonesia. Ajang ini diikuti oleh 205 atlet dari 27 provinsi, yang terdiri dari kategori senior dan junior.

Kejurnas Turnamen Olahraga Domino Nasional (ORADO) 2026 yang berlangsung di JSI Resort, Megamendung, Jawa Barat, pada Sabtu (25/4/2026) ini, menjadi saksi antusiasme para pegiat olahraga kartu ini. Sebanyak 205 atlet terbagi dalam 139 atlet senior yang tergabung dalam 48 tim, dan 66 atlet junior dalam 24 tim.

Kehadiran sekitar 30 Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO se-Indonesia turut memperkuat makna Kejurnas ini, tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai forum konsolidasi organisasi.

Persaingan Ketat Menuju Fase Gugur

Memasuki hari kedua penyelenggaraan, persaingan antar atlet dari berbagai provinsi semakin memanas, mengindikasikan pertandingan yang semakin mengerucut menuju babak menentukan. Para atlet telah melewati babak kualifikasi yang menuntut konsistensi permainan dan ketajaman strategi.

Hasil kualifikasi kategori senior menunjukkan tujuh provinsi terbaik yang berhasil melaju ke babak delapan besar, yaitu Sumatera Selatan A (Sumsel A), Jawa Barat A (Jabar A), Jambi B, Lampung A, Lampung B, Banten B, Bangka Belitung B (Babel B), dan Jawa Timur (Jatim C).

Pertandingan di fase delapan besar ini akan berlangsung dengan sistem gugur, mempertemukan kontingen dengan performa terbaik selama babak kualifikasi. Sementara itu, pada kategori junior, persaingan telah memasuki fase yang sama, dengan tujuh provinsi terbaik yang akan bertanding, meliputi Sumatera Selatan A (Sumsel A), Jawa Barat A (Jabar A), Sulawesi Selatan, Jambi, Sumatera Selatan B (Sumsel B), Papua Barat Daya, Jawa Timur B (Jatim B), dan Kalimantan Selatan.

Pembinaan Nasional dan Ambisi Pengakuan

Ketua Umum PB ORADO, Yooky Tjahrial, menilai dinamika pertandingan di hari kedua merupakan refleksi nyata dari proses pembinaan yang telah berjalan secara nasional. “Yang kita lihat hari ini bukan sekadar pertandingan, tetapi hasil dari proses panjang pembinaan di daerah. Dengan keterlibatan 38 provinsi dan ratusan pengurus cabang, kita mulai melihat lahirnya atlet-atlet yang memiliki kualitas dan daya saing,” ujar Yooky dalam keterangan resmi, Sabtu (25/4/2026).

Yooky menegaskan bahwa Kejurnas ini menjadi tonggak penting dalam upaya mendorong pengakuan domino sebagai cabang olahraga resmi di tingkat nasional. “Kami sedang membangun ekosistem. Kejurnas ini bukan akhir, tetapi awal untuk menuju pengakuan yang lebih luas, termasuk menjadi bagian dari KONI,” tuturnya. Ia menambahkan, “Semangat ‘memintarkan Indonesia’ kita wujudkan melalui olahraga yang mengedepankan kecerdasan dan strategi.”

Senada dengan itu, Ketua Harian PB ORADO, Giri Bayu Kusumah, menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan teknis pertandingan. “Seluruh tahapan pertandingan di hari kedua berjalan sesuai sistem yang telah disiapkan. Konsistensi dalam penerapan aturan menjadi kunci agar pertandingan berlangsung adil, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas,” jelas Giri.

Memperkuat Nilai Kebersamaan dan Fondasi Organisasi

Ketua Bidang Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi atau yang akrab disapa Jhon LBF, melihat Kejurnas ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat nilai kebersamaan dalam olahraga domino. “Kita melihat bagaimana domino bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga membangun konektivitas antarprovinsi. Ada semangat persaudaraan yang kuat, dan ini menjadi kekuatan utama ORADO dalam mengembangkan olahraga domino sebagai olahraga yang inklusif dan berkarakter,” ungkap Jhon.

Kejurnas ORADO 2026 ini menjadi momentum signifikan dalam perjalanan olahraga domino di Indonesia. Organisasi ini telah menunjukkan perkembangan pesat dengan terbentuk di 38 provinsi dan didukung oleh 357 Pengurus Cabang (Pengcab). Sebanyak 25 Pengurus Provinsi (Pengprov) juga aktif menyelenggarakan berbagai program pembinaan, mulai dari rapat kerja hingga Kejuaraan Provinsi (Kejurprov).

Semakin mengerucutnya persaingan antarprovinsi dalam Kejurnas perdana ini menjadi bukti nyata bahwa domino terus berkembang sebagai olahraga strategi yang menjanjikan di Indonesia.