Money

Gejolak Geopolitik Global Bikin Investor Lirik RI, KEK Jawa Bisa Jadi Senjata Tarik Investasi Besar

Advertisement

JAKARTA, KOMPAS.com – Gejolak geopolitik global memicu pergeseran lanskap industri dan aliran investasi, mendorong Indonesia masuk dalam radar tujuan relokasi industri baru, terutama dari kawasan Timur Tengah. Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menilai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Pulau Jawa memegang peran krusial dalam menangkap peluang ini, berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.

Ketua Umum HKI, Akmad Ma’ruf Maulana, menekankan keunggulan kompetitif Pulau Jawa yang sulit ditandingi. Infrastruktur yang memadai, kedekatan dengan pasar, serta ekosistem industri yang telah terbentuk menjadikan Jawa sebagai pusat percepatan investasi dan industrialisasi.

“Pulau Jawa masih menjadi tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto. Dalam konteks pencapaian target pertumbuhan 8 persen, kita membutuhkan langkah yang terukur dan berdampak cepat. KEK di Pulau Jawa dapat menjadi instrumen strategis untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Ma’ruf dalam keterangan pers, Kamis (23/4/2026).

Diversifikasi KEK Tetap Penting

Meskipun demikian, HKI mengingatkan bahwa kebijakan pengembangan kawasan tidak boleh eksklusif. Dorongan untuk pengembangan KEK di luar Pulau Jawa tetap perlu dilanjutkan. Diversifikasi kawasan dinilai penting untuk memperkuat daya saing Indonesia di mata investor global, sekaligus memberikan fleksibilitas bagi investor dalam menyesuaikan kebutuhan bisnis dan rantai pasok mereka.

Ma’ruf menggarisbawahi pentingnya keseimbangan dalam strategi pembangunan. Ia menegaskan bahwa pemerataan pembangunan harus tetap berjalan, namun wilayah yang sudah memiliki kesiapan juga perlu dimaksimalkan potensinya.

Advertisement

Fokus pada Industri Bernilai Tambah Tinggi

Pengembangan KEK di Pulau Jawa kini tidak lagi terbatas pada industri konvensional. Arah kebijakan mulai bergeser ke sektor-sektor bernilai tambah tinggi, dengan industri berbasis teknologi tinggi menjadi prioritas. Sektor spesifik seperti industri halal juga didorong untuk memperkuat daya saing.

“Dengan pendekatan ini, KEK tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi baru,” kata Ma’ruf.

HKI melihat integrasi kawasan dengan infrastruktur modern akan meningkatkan efisiensi logistik, memperpendek rantai pasok, dan menekan biaya distribusi. Oleh karena itu, HKI mendorong pemerintah untuk membuka ruang pengembangan KEK di Pulau Jawa secara selektif, tanpa mengganggu agenda pemerataan antarwilayah.

“Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pengelola kawasan menjadi kunci utama agar KEK dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Advertisement