— BEIJING, KOMPAS.com – Geely memamerkan kemajuan pesat dalam inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) di Beijing Auto Show 2026, menegaskan posisinya sebagai pionir dalam mobilitas aman dan cerdas. Perusahaan otomotif Tiongkok ini menampilkan berbagai teknologi terdepan, mulai dari robot humanoid “Eva”, arsitektur digital EEA 4.0, hingga arsitektur hybrid tegangan tinggi 900V pertama di dunia, serta ekosistem metanol.

Jerry Gan, CEO of Geely Auto Group, mengungkapkan bahwa perusahaan telah memulai riset model AI besar sejak 2021 dengan “Xingrui AI Large Model”, yang diklaim sebagai model AI otomotif full-stack pertama di dunia. Inisiatif ini sejalan dengan peluncuran strategi “Smart Geely 2025” pada tahun yang sama.

“Di tahun yang sama, strategi ‘Smart Geely 2025’ diluncurkan. Hingga kini, pusat komputasi Xingrui milik Geely memiliki kekuatan 23,5 EFLOPS, tertinggi di antara produsen otomotif China,” ujar Jerry Gan di lantai pameran, Jumat (24/4/2026).

Percepatan Inovasi AI Geely

Pada tahun 2025, Geely telah memperkenalkan sistem teknologi Full-Domain AI pertama di industri otomotif. Inovasi ini mencakup pengembangan AI Cloud Power, AI Digital Chassis, dan AI Intelligent Architecture. Untuk memperkuat ekosistem AI yang terbuka, Geely menjalin kolaborasi strategis dengan sejumlah perusahaan terkemuka, termasuk StepFun, Geespace, SiEngine, Xingji Meizu, dan AFARI.

Lebih lanjut, pada Desember 2025, Geely meluncurkan kerangka “Comprehensive Safety 2.0”. Konsep keselamatan ini diperluas tidak hanya pada kendaraan, tetapi juga mencakup seluruh ekosistem transportasi, termasuk konsep “Public Domain Safety”. Perusahaan juga meresmikan pusat keselamatan terbesar di dunia yang berhasil mencetak lima rekor Guinness.

Di ajang CES 2026, Geely memperkenalkan World Behavior Model (WAM). Sistem ini memungkinkan kolaborasi lintas domain dalam kendaraan dan berfungsi sebagai “otak kendaraan” yang mengelola berbagai agen cerdas dalam arsitektur “1+2+N”.

“Dengan dukungan ‘Super Eva’ sebagai pusat kecerdasan dan G-ASD 4.0 sebagai sistem bantuan mengemudi terbaru, Geely menghadirkan pengalaman berkendara di mana perintah suara dapat langsung diterjemahkan menjadi aksi,” jelas Jerry Gan.

Saat ini, model EVA Cab telah mengadopsi teknologi Super Eva dan G-ASD secara mendalam. Potensi pengembangannya mengarah pada “mobility bot” yang mampu beroperasi secara mandiri, mulai dari melihat, berpikir, mengambil keputusan, hingga bertindak.

Pameran teknologi Geely ini menegaskan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem AI yang kuat, mengintegrasikan teknologi terkini, serta memperluas pengalaman pengguna. Transformasi Geely dari produsen otomotif menjadi perusahaan teknologi mobilitas cerdas global terlihat semakin nyata.

“Ke depan, Geely akan terus mempercepat inovasi berbasis AI untuk menghadirkan mobilitas yang lebih aman dan cerdas di tingkat global,” pungkas Jerry Gan.