Gedung Sate, ikon Provinsi Jawa Barat, dipastikan masih dapat menjadi lokasi perayaan apabila Persib Bandung berhasil meraih gelar juara Liga 1 musim 2025/2026. Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menekankan pentingnya fokus pada target utama meraih gelar juara sebelum membahas detail perayaan.
“Ya pokoknya jadi juara dulu, nanti perayaan pasti menemukan tempat yang indah,” ujar Dedi saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Kamis, 23 April 2026. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah tetap membuka opsi Gedung Sate sebagai lokasi selebrasi, meskipun tidak semua area di kompleks tersebut akan dapat diakses.
Dedi menjelaskan, akses ke Gedung Sate masih dimungkinkan melalui jalur belakang. “Kan di Gedung Sate juga bisa lewat belakang. Yang penting juara dulu,” tegasnya. Menurutnya, hal yang paling krusial saat ini adalah menjaga konsistensi permainan Persib hingga akhir kompetisi, bukan mendahului pembahasan lokasi perayaan.
Fokus pada Ketahanan Mental Pemain
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menggarisbawahi perlunya ketahanan emosi, mental, dan jiwa yang kuat dari para pemain Persib untuk meraih kemenangan. Ia berharap Persib dapat terbebas dari pengaruh negatif yang tidak terlihat.
“Juara dulu, tetapi kan untuk menjadi juara ini saya lihat perlu ketahanan emosi yang sangat kuat, ketahanan mental, ketahanan jiwa, agar Persib terbebas dari tangan-tangan yang tidak terlihat,” tuturnya.
Persib di Ambang Juara
Saat ini, kompetisi Liga 1 musim 2025-2026 telah memasuki fase krusial. Persib Bandung masih memiliki enam pertandingan tersisa untuk memastikan gelar juara dan mempertahankan posisi puncak klasemen sementara.
Tim berjuluk Maung Bandung tersebut memimpin klasemen dengan mengoleksi 65 poin. Posisi kedua ditempati oleh Borneo FC dengan 63 poin, sementara Persija Jakarta berada di urutan ketiga dengan 59 poin.






