Money

Garuda Indonesia Resmi Terbangkan Jemaah Haji 2026, OTP Capai 100 Persen

Advertisement

Maskapai pelat merah Garuda Indonesia secara resmi membuka operasional penerbangan fase keberangkatan ibadah haji tahun 2026 Masehi atau 1447 Hijriah. Penerbangan perdana fase I ini membawa sedikitnya 2.255 jemaah dari enam embarkasi yang berangkat menuju Tanah Suci.

Penerbangan perdana dimulai dari Embarkasi Yogyakarta dengan kloter pertama. Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyatakan bahwa pada penerbangan tersebut, maskapai berhasil memberangkatkan 360 calon jemaah haji dengan tingkat ketepatan waktu (on-time performance) mencapai 100 persen.

“Garuda Indonesia menerbangkan 360 calon jemaah haji dan mencatatkan tingkat ketepatan waktu (on-time performance) 100 persen,” kata Glenny Kairupan dalam keterangan tertulis, Rabu (23/4/2016).

Secara keseluruhan, Glenny menambahkan, Garuda Indonesia berhasil mencatatkan tingkat ketepatan waktu 100 persen pada lima embarkasi utama, yaitu Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, dan Ujung Pandang.

Rincian Keberangkatan Perdana

Pada keberangkatan perdana ini, Garuda Indonesia menerbangkan armada Airbus A330-300 dengan nomor penerbangan GA 6501. Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Yogyakarta pada pukul 23.40 WIB dan diperkirakan tiba di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, pada keesokan harinya pukul 06.15 waktu setempat.

Hari pertama operasional haji mencakup keberangkatan dari enam embarkasi:

  • Yogyakarta (embarkasi baru): 360 jemaah
  • Jakarta: 391 jemaah
  • Solo: 360 jemaah
  • Lombok: 393 jemaah
  • Ujung Pandang: 391 jemaah
  • Medan: 360 jemaah

“Perjalanan ibadah haji adalah amanah bagi kami, karena itu penting bagi kami untuk memastikan seluruh operasional penerbangan Haji ini berjalan dengan lancar, aman dan nyaman bagi seluruh jemaah hingga tiba kembali di Tanah Air,” ujar Glenny.

Cakupan Layanan Haji 2026

Pada musim haji tahun ini, Garuda Indonesia dipercaya untuk melayani total 102.502 jemaah haji. Jemaah tersebut terbagi dalam 278 kelompok terbang (kloter) yang berasal dari 10 embarkasi.

Sepuluh embarkasi tersebut meliputi Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang, Solo, Yogyakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, dan Lombok.

Tahun ini juga menandai momen perdana bagi Garuda Indonesia dalam melayani keberangkatan jemaah dari embarkasi Yogyakarta melalui Bandara Internasional Yogyakarta.

Fase keberangkatan jemaah akan dilaksanakan secara bertahap mulai 21 April hingga 21 Mei 2026. Rinciannya, keberangkatan menuju Madinah dijadwalkan pada 21 April hingga 6 Mei 2026, sementara menuju Jeddah berlangsung pada 7 hingga 21 Mei 2026.

Advertisement

Sementara itu, fase pemulangan jemaah direncanakan mulai 1 hingga 30 Juni 2026.

Fokus Pelayanan Lansia dan Disabilitas

Dalam operasional penerbangan haji tahun ini, Garuda Indonesia memproyeksikan akan melayani sekitar 18 ribu jemaah, atau sekitar 18 persen dari total jemaah, yang merupakan kategori lanjut usia (lebih dari 65 tahun) serta jemaah berkebutuhan khusus.

Glenny memastikan bahwa pihaknya akan memberikan layanan penerbangan yang optimal bagi para jemaah lansia dan berkebutuhan khusus.

Garuda Indonesia telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang, termasuk penyediaan kursi roda di setiap embarkasi.

“Garuda Indonesia juga menyiapkan ambulift di embarkasi Jakarta dan Solo, bus jemaah dengan fasilitas toilet, penggunaan garbarata di sejumlah embarkasi, layanan penanganan bagasi khusus, hingga fasilitas buggy car di Bandara Internasional King Abdulaziz,” jelasnya.

Awak kabin juga akan disiagakan untuk memberikan asistensi intensif selama proses penerbangan, terutama bagi jemaah lansia dan disabilitas.

Untuk menunjang kenyamanan selama penerbangan jarak jauh, Garuda Indonesia menyediakan layanan konsumsi berupa dua kali full meals dan satu kali snack. Fasilitas hiburan dalam penerbangan (inflight entertainment) serta ketersediaan portable bidet pada toilet pesawat juga turut dilengkapi.

Kesiapan Sumber Daya Manusia

Selain kesiapan armada dan layanan, Garuda Indonesia juga memastikan kesiapan sumber daya manusia. Maskapai menyiapkan lebih dari 1.085 awak pesawat, terdiri dari 731 awak kabin dan 354 awak kokpit. Selain itu, 139 petugas darat haji juga disiagakan untuk mendukung kelancaran mobilisasi jemaah di seluruh embarkasi.

“Kami terus berkoordinasi secara intensif bersama seluruh pemangku kepentingan di Indonesia dan di Arab Saudi demi memastikan kelancaran aspek operasional, layanan, tata kelola safety, hingga kenyamanan para jemaah dapat terjaga secara optimal,” tutup Glenny.

Advertisement