Akses.co.id — Maskapai nasional Garuda Indonesia berhasil menduduki peringkat teratas sebagai maskapai penerbangan paling tepat waktu di dunia. Penghargaan ini diberikan oleh lembaga pemeringkatan independen global, Official Airline Guide (OAG) Aviation Worldwide, berdasarkan data ketepatan waktu (On-Time Performance/OTP) pada bulan Maret 2026.
Dalam daftar yang dirilis melalui situs OAG Flightview, Garuda Indonesia mencatatkan tingkat ketepatan waktu yang impresif, mengungguli maskapai-maskapai lain dari berbagai negara. Lembaga tersebut menyusun peringkat berdasarkan jumlah total penerbangan dan tingkat pembatalan yang dilakukan oleh setiap maskapai.
Garuda Indonesia tercatat hanya membatalkan 12 dari total 6.300 penerbangan terjadwal yang direncanakan pada periode tersebut. Angka ini menunjukkan komitmen kuat maskapai dalam menjaga keandalan operasionalnya.
Dominasi Asia dalam Kinerja Tepat Waktu
Laporan OAG Flightview juga menyoroti dominasi maskapai dari benua Asia dalam daftar 10 besar maskapai dengan kinerja tepat waktu terbaik. Tiga dari lima posisi teratas diisi oleh maskapai-maskapai Asia.
Berikut adalah daftar 10 maskapai penerbangan paling tepat waktu di dunia versi OAG Aviation Worldwide:
- Garuda Indonesia (97,9 persen)
- Fuji Dream Airlines (95,5 persen)
- Sky Airline (94,25 persen)
- Copa Airlines (93,4 persen)
- Star Flyer (92,85 persen)
- Austrian Airlines Ag Diba Austrian (92,4 persen)
- FlySafair (91,81 persen)
- Changan Airlines (89,33 persen)
- Wizz Air (89,22 persen)
- Aeromexico (89,08 persen)
Respons Garuda Indonesia
Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan transformasi kinerja perusahaan. Ia menekankan bahwa predikat ini memperkuat fondasi operasional yang semakin kompetitif dan konsisten.
“Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa upaya berkelanjutan kami dalam meningkatkan reliability operasional mulai menunjukkan hasil yang nyata,” kata Thomas dalam keterangan resmi, dikutip pada Minggu (26/4/2026).
Thomas menambahkan, ketepatan waktu merupakan elemen krusial dalam membangun kepercayaan pelanggan. “Kami berkomitmen untuk menjadikannya sebagai standar layanan yang konsisten kami hadirkan,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan ini tidak terlepas dari penguatan disiplin operasional di seluruh lini. Hal ini mencakup optimalisasi kesiapan armada, optimalisasi rotasi pesawat, hingga peningkatan koordinasi lintas fungsi demi kelancaran operasional penerbangan.
Metodologi Penilaian OAG
Metodologi yang digunakan oleh OAG Aviation Worldwide dalam perhitungan OTP didasarkan pada waktu kedatangan aktual pesawat di gate dibandingkan dengan jadwal yang telah ditetapkan. Data tersebut juga memperhitungkan keseluruhan penerbangan yang dioperasikan dengan persyaratan cakupan data minimal 80 persen dari total penerbangan terjadwal.
Selain itu, OAG juga menerapkan ambang batas minimum operasional agar sebuah maskapai dapat masuk dalam pemeringkatan global.
Ikuti Akses.co.id
