— GAC Indonesia mengonfirmasi rencananya untuk meluncurkan sebuah MPV premium di pasar otomotif Tanah Air, yang akan diberi nama GAC E9. Model ini diposisikan untuk bersaing di segmen pasar atas yang saat ini didominasi oleh berbagai merek MPV mewah. Namun, menarik untuk dicatat bahwa di pasar China, penamaan E9 sebenarnya telah berganti menjadi M8 pada versi terbarunya.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesamaan antara GAC E9 yang akan hadir di Indonesia dengan M8 yang beredar di China.

Perbedaan dan Penyederhanaan Penamaan

Iqbal Taufiqurrahman, selaku Product Planning and Strategy GAC Indonesia, memberikan klarifikasi mengenai perbedaan awal antara E9 dan M8 di China. Ia menjelaskan bahwa sebelum versi terbaru diluncurkan, kedua model tersebut memang dibedakan secara jelas, baik dari segi teknologi maupun positioning produk.

“Jadi E9 dengan M8 di China sebelum versi terbaru keluar itu memang dibedakan. M8 itu untuk varian ICE dan hybrid, kelasnya lebih untuk fitur-fitur yang cukup untuk kebutuhan keluarga. Kalau E9 spesifik untuk PHEV dan fiturnya jauh lebih premium,” kata Iqbal saat ditemui di Beijing, China, pada Jumat (24/4/2026).

Namun, dalam pengembangan terbarunya, GAC melakukan penyederhanaan strategi penamaan model.

“Kemudian di versi terbaru ini bahwa sekarang ini namanya ganti M8 PHEV. Di China memang semua namanya jadi M8, baik itu ICE, hybrid atau PHEV,” ujarnya.

Hal ini mengindikasikan bahwa, dari segi produk, E9 dan M8 PHEV pada dasarnya merujuk pada model yang sama. Perbedaan yang ada lebih kepada strategi penamaan yang diterapkan di masing-masing pasar.

Kendala Legalitas Nama M8

Meskipun demikian, penggunaan nama M8 tidak dapat diterapkan secara universal di semua negara. Iqbal mengungkapkan adanya kendala terkait hak penggunaan nama di beberapa wilayah.

“Akan tetapi di beberapa negara seperti di Thailand dan negara lain, penamaan M8 ada kendala terkait legal isu, karena ada merek lain menggunakan nama itu,” kata Iqbal.

Menyikapi hal tersebut, GAC memberikan fleksibilitas dalam penamaan.

“Sehingga dari pihak GAC tidak membatasi penamaan sehingga silahkan kalau M8 bermasalah bisa pakai E9, atau jika bisa pakai M8 silahkan,” katanya.

GAC E9 di Indonesia: Penyesuaian Strategi

Dengan demikian, keputusan GAC Indonesia untuk menggunakan nama E9 di pasar domestik bukan berarti model yang akan dihadirkan berbeda dengan M8 di China. Keputusan ini lebih kepada penyesuaian aspek legalitas dan strategi pasar yang berlaku.

“Intinya kami sudah mendaftarkan nama itu dan engga ada masalah. Artinya sekarang yang disampaikan Pak Andry itu tidak ada masalah (bakal pakai nama E9),” ujarnya.

Sebagai informasi, GAC E9 merupakan MPV yang mengusung teknologi plug-in hybrid (PHEV). Model ini dirancang dengan fokus pada kenyamanan dan kemewahan, serta ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang mencari MPV premium yang menawarkan efisiensi bahan bakar dan kemampuan berkendara bertenaga listrik.