Edukasi

FK Universitas Ciputra Buka PPDS Obgyn dan Bedah, Dorong Pemerataan Dokter Spesialis ke Indonesia Timur

Advertisement

Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra (UC) Surabaya resmi membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Ilmu Bedah. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia, khususnya di wilayah timur yang masih membutuhkan pemerataan tenaga medis.

Dekan Fakultas Kedokteran UC, Prof. Dr. dr. Hendy Hendarto, SpOG (K), Subsp, FER, menjelaskan bahwa pembukaan kedua program spesialis ini dilatarbelakangi oleh rasio dokter di Indonesia yang masih belum memenuhi standar kebutuhan nasional. “Secara nasional, kebutuhan dokter masih sekitar 0,6 per 1.000 penduduk, dan ini belum memperhitungkan daerah 3T. Selain jumlah yang kurang, distribusi dokter juga belum merata karena masih banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa,” ujar Prof. Hendy dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (23/4/2026).

Prof. Hendy menambahkan, inisiatif ini sejalan dengan dorongan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi agar perguruan tinggi berkontribusi dalam peningkatan jumlah serta pemerataan tenaga medis. FK UC secara khusus menargetkan lulusan program spesialis ini dapat mengisi kebutuhan di wilayah Indonesia timur.

Komitmen Pemerataan Tenaga Medis

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemerataan, FK UC akan mengarahkan calon peserta didik yang diterima untuk bersedia ditempatkan di daerah yang membutuhkan. Institusi juga menyiapkan skema afirmasi khusus bagi putra-putri daerah agar mereka memiliki kesempatan untuk kembali mengabdi di wilayah asalnya.

“Putra-putri daerah akan kami prioritaskan karena mereka cenderung kembali ke daerahnya. Ini bagian dari upaya pemerataan tenaga kesehatan,” tegas Prof. Hendy.

Fokus Obgyn pada Kehamilan Risiko Tinggi

Program spesialis Obgyn di FK UC akan memberikan penekanan pada kemampuan penanganan kehamilan risiko tinggi. Fokus ini diambil mengingat tingginya angka kematian ibu, terutama di wilayah Indonesia timur.

“Kami menitikberatkan pada kemampuan menangani kasus kehamilan berisiko tinggi, termasuk upaya preventif pengenalan tanda bahaya selama kehamilan dan persalinan untuk mencegah komplikasi ibu dan bayi,” jelas Prof. Hendy.

Selain kemampuan klinis, peserta didik juga didorong untuk memiliki integritas, profesionalisme, dan inovasi dalam menghadapi keterbatasan fasilitas di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Keunggulan Bedah Minimal Invasif

Sementara itu, program Ilmu Bedah FK UC akan mengedepankan pengembangan teknik bedah minimal invasif. Teknik ini melibatkan prosedur operasi dengan sayatan kecil yang dinilai lebih modern dan efektif.

Advertisement

Sekretaris 2 Program Studi Ilmu Bedah, dr. William Soeryaatmadja, SpOT, FPCP, menuturkan bahwa kebutuhan dokter bedah di Indonesia masih sangat tinggi, diperkirakan mencapai puluhan ribu dalam beberapa tahun ke depan.

“Bedah minimal invasif ini masih terus berkembang. Di pusat layanan internasional penggunaannya baru sekitar 30 persen, padahal tingkat keberhasilannya cukup tinggi, termasuk pada kasus trauma,” tuturnya.

Selama masa pendidikan, peserta PPDS akan dilibatkan secara bertahap dalam tindakan operasi di bawah pengawasan ketat konsulen hingga mereka mampu bekerja secara mandiri.

Dukungan dan Jaringan Pendidikan

Untuk menunjang kesiapan pendidikan, FK UC menggandeng RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya sebagai rumah sakit pendidikan utama. Rumah sakit milik Pemerintah Kota Surabaya ini dinilai memiliki jumlah kasus yang memadai untuk mendukung pendidikan dokter spesialis.

Peserta PPDS juga akan menjalani rotasi di sejumlah rumah sakit jejaring, termasuk Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada, RS Ciputra, RS Bhayangkara Batu, serta rumah sakit lainnya di wilayah Kediri, Jawa Timur.

Dalam pengembangannya, FK UC mendapat pembinaan dari Universitas Airlangga (Unair). Selain itu, terdapat pula peluang kerja sama internasional dengan MacKay Memorial Hospital di Taiwan dan International Islamic University Malaysia untuk penguatan di bidang klinis, akademik, dan riset.

Ke depan, FK UC berencana membuka peluang pengembangan program spesialis lain. Namun, untuk tahap awal, institusi memilih untuk fokus pada PPDS Obgyn dan Bedah agar kedua program tersebut dapat berjalan secara optimal.

“Kami fokus dua (prodi) ini dulu. Kalau sudah berjalan baik dan semua persyaratan terpenuhi, kami akan membuka program spesialis lainnya,” pungkas Prof. Hendy.

Advertisement