Akses.co.id — Solo, Kompas.com – Penambahan filter solar pada mobil diesel dapat memberikan lapisan perlindungan ekstra terhadap penggunaan biosolar, namun bukan merupakan solusi tunggal untuk mengatasi seluruh potensi efek sampingnya. Filter tambahan ini berfungsi sebagai penyaring sekunder yang dapat menampung endapan air dari biosolar.
Jayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), menjelaskan bahwa modifikasi penambahan filter solar sejatinya hanya mengulur waktu perawatan. “Modifikasi tersebut tidak mengubah kandungan biosolar, sehingga mobil diesel modern sebaiknya tetap menggunakan BBM sesuai rekomendasi pabrikan,” ujar Jayan kepada Kompas.com pada Jumat (24/4/2026).
Biosolar di Indonesia umumnya merupakan campuran biodiesel dengan kadar tertentu, seperti B30 hingga B35. Kandungan nabati ini menyebabkan perbedaan karakter bahan bakar dibandingkan solar murni, terutama dalam hal stabilitas dan ketahanan terhadap kontaminasi. Salah satu kelemahan utama biosolar adalah sifatnya yang lebih mudah menyerap air.
Air yang terkandung dalam bahan bakar berpotensi menyebabkan korosi pada komponen logam mesin dan menurunkan performa sistem injeksi. “Biosolar cenderung membentuk endapan atau sludge lebih cepat. Endapan ini dapat menyumbat filter dan mengganggu aliran bahan bakar menuju mesin,” ungkap Muchlis, pemilik bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo, kepada Kompas.com pada Jumat yang sama.
Masalah lain yang kerap muncul adalah pertumbuhan mikroorganisme dalam tangki bahan bakar. Kondisi lembap yang disebabkan oleh kandungan air dalam biosolar menjadi lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri dan jamur.
Muchlis menambahkan bahwa filter solar tambahan yang dilengkapi dengan water separator memiliki peran penting dalam menampung kotoran dan endapan. Komponen ini dirancang khusus untuk memisahkan air dari bahan bakar sebelum masuk ke dalam sistem injeksi. “Filter tambahan ini, rumahnya terbuat dari bahan tembus pandang, sehingga ketika terdapat endapan bisa terlihat oleh pengendara,” jelasnya.
Ketika volume air mencapai batas maksimum, diperlukan tindakan pembuangan secara berkala, bahkan mungkin setiap hari. Selain memisahkan air, filter tambahan juga efektif menyaring partikel kotoran yang lebih halus, sehingga membantu menjaga kebersihan bahan bakar yang dialirkan ke mesin.
Namun, penting untuk dipahami bahwa filter tambahan tidak dapat meningkatkan kualitas biosolar itu sendiri. Jika kualitas bahan bakar yang digunakan memang buruk, risiko kerusakan pada mesin tetap ada. Pemasangan filter tambahan yang tidak tepat juga berpotensi menghambat aliran bahan bakar, menyebabkan mesin kekurangan suplai.
Untuk mobil diesel modern yang mengusung sistem common rail, penambahan filter sangat direkomendasikan. Sistem ini beroperasi dengan tekanan tinggi dan sangat sensitif terhadap adanya kotoran. “Selain menambah filter, perawatan rutin tetap menjadi kunci utama. Penggantian filter secara berkala dan pengurasan tangki perlu dilakukan lebih sering,” tegas Muchlis.
Kesimpulannya, filter solar tambahan merupakan solusi pendukung yang efektif, namun bukan merupakan pengganti kualitas bahan bakar yang baik. Kombinasi antara penggunaan filter yang memadai dan disiplin dalam melakukan perawatan rutin akan berkontribusi pada penggunaan biosolar yang lebih aman bagi kendaraan diesel.
Ikuti Akses.co.id
