— Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) membantah adanya rencana untuk menggantikan Tim Nasional Iran dengan Italia dalam gelaran Piala Dunia 2026. Spekulasi ini mencuat menyusul ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah, meskipun Iran telah menjadi salah satu negara pertama yang memastikan tiket ke turnamen akbar tersebut.

Wacana penggantian peserta ini pertama kali diembuskan oleh utusan khusus Presiden Amerika Serikat, Paolo Zampolli. Ia secara terbuka menyatakan telah menyampaikan usulan kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, agar Italia, yang notabene memiliki empat gelar juara dunia, dapat menggantikan Iran. “Sebagai orang Italia, akan menjadi mimpi melihat Azzurri tampil di turnamen yang digelar di Amerika Serikat. Dengan empat gelar, mereka memiliki legitimasi untuk ikut serta,” ujar Zampolli kepada Financial Times.

FIFA Tegaskan Partisipasi Iran

Namun, sumber internal FIFA menegaskan bahwa tidak ada pembahasan konkret mengenai penggantian tim peserta. Baik BBC maupun Al Jazeera melaporkan bahwa FIFA tidak memberikan tanggapan resmi atas usulan tersebut. Mereka justru merujuk pada pernyataan tegas Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang disampaikan pekan lalu.

“Tim Iran akan datang, tentu saja,” tegas Infantino, mengindikasikan bahwa partisipasi Iran tidak akan terpengaruh oleh dinamika politik.

Respons Keras dari Iran dan Penolakan Italia

Usulan Zampolli sontak menuai kecaman keras dari Kedutaan Besar Iran. Pihak Iran menyebut langkah tersebut sebagai bentuk intervensi politik yang tidak berdasar. “Italia meraih kebesarannya di sepak bola di lapangan, bukan karena privilese politik,” demikian pernyataan resmi yang diunggah melalui media sosial. “Upaya untuk menyingkirkan Iran hanya menunjukkan ‘kebangkrutan moral’ Amerika Serikat, yang bahkan takut pada kehadiran sebelas pemain Iran di lapangan.”

Di sisi lain, para pejabat Italia pun secara tegas menolak gagasan tersebut. Menteri Ekonomi Italia, Giancarlo Giorgetti, melabeli usulan itu sebagai sesuatu yang “memalukan”. Senada dengan Giorgetti, Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, menyatakan, “Pertama, itu tidak mungkin. Kedua, itu tidak pantas. Anda harus lolos melalui hasil di lapangan.” Presiden Komite Olimpiade Italia, Luciano Buonfiglio, turut menambahkan, “Untuk bermain di Piala Dunia, Anda harus mendapatkannya.”

Regulasi FIFA dan Prinsip Merit Olahraga

Menurut regulasi FIFA, badan sepak bola dunia memang memiliki kewenangan penuh dalam memutuskan penggantian asosiasi anggota yang berpartisipasi apabila terjadi penarikan diri atau diskualifikasi. Pasal 6 regulasi Piala Dunia secara jelas menyebutkan bahwa FIFA “dapat memutuskan untuk mengganti asosiasi anggota yang berpartisipasi dengan asosiasi lain”.

Meski demikian, pelatih asal Italia, Gianni De Biasi, menilai skenario penggantian tersebut tidak realistis. Ia berpendapat bahwa Italia tidak memerlukan intervensi politik untuk dapat tampil di Piala Dunia. “Saya pikir Italia tidak membutuhkan dukungan Trump dalam hal seperti ini. Kami bisa mengatasinya sendiri,” ujarnya kepada Reuters.

Presiden asosiasi pemain Spanyol, David Aganzo, juga menekankan pentingnya prinsip merit olahraga. “Siapa pun yang ingin tampil di Piala Dunia harus mendapatkannya melalui prestasi di lapangan. Kita semua sepakat soal itu,” katanya.

Jadwal Iran di Piala Dunia 2026

Tim Nasional Iran dijadwalkan untuk tetap tampil di fase grup Piala Dunia 2026. Mereka akan menghadapi Tim Nasional Selandia Baru dan Tim Nasional Belgia di Los Angeles, serta Tim Nasional Mesir di Seattle. Piala Dunia 2026 sendiri akan diselenggarakan mulai 11 Juni di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan Iran sebagai salah satu tim yang telah lolos melalui jalur kualifikasi resmi.