Fenomena alam berupa pusaran angin kencang atau waterspout dilaporkan terjadi di perairan Kabupaten Buleleng, Bali. Kejadian yang sempat terekam oleh nelayan di sekitar Pulau Menjangan, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, ini kemudian beredar luas di media sosial dalam bentuk video berdurasi 22 detik pada Kamis (23/4/2026).
Video tersebut memperlihatkan sebuah kolom angin yang berputar kencang, membentang dari awan gelap hingga menyentuh permukaan laut.
Prakirawan Cuaca BMKG Wilayah III Denpasar, Diana Siregar, mengonfirmasi fenomena tersebut dan menjelaskan penyebabnya. “Sehingga memicu konveksi yang cukup kuat dan terbentuklah pusaran angin di atmosfer,” ujar Diana saat dikonfirmasi, Kamis.
Dipicu Pertumbuhan Awan Cumulonimbus
Menurut Diana, kemunculan waterspout ini erat kaitannya dengan pertumbuhan awan konvektif jenis Cumulonimbus. Fenomena ini terjadi ketika terdapat perbedaan suhu udara yang signifikan antara permukaan laut dengan lapisan udara di atasnya. Perbedaan suhu inilah yang memicu terjadinya konveksi kuat, yang kemudian berkembang menjadi pusaran angin.
Dalam rekaman video yang beredar, pusaran angin tersebut terlihat membentuk corong vertikal yang menyerupai tornado, menjulur dari pangkal awan hingga ke permukaan laut.
BMKG Ingatkan Nelayan untuk Tingkatkan Kewaspadaan
Menyikapi kejadian ini, BMKG mengeluarkan imbauan kepada para nelayan untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut. Imbauan ini terutama berlaku ketika terdeteksi adanya tanda-tanda cuaca buruk, seperti kemunculan awan gelap yang tebal.
“Nelayan yang melihat fenomena tersebut sebaiknya segera menjauhi lokasi kejadian waterspout menuju lokasi yang lebih aman,” tegas Diana.
Ia menambahkan bahwa waterspout berpotensi menimbulkan bahaya serius. Hal ini dikarenakan sifatnya yang dapat bergerak cepat dan berubah arah secara mendadak.
“Pergerakan itu dapat menyebabkan kerusakan pada kapal nelayan,” pungkasnya.






