— JAKARTA, KOMPAS.com – PT Nindya Karya tengah mempercepat perbaikan fasilitas pedestrian di Hunian Sementara (Huntara) Tamiang, Aceh. Kerusakan yang ditemukan disebabkan oleh penggunaan fasilitas di luar fungsi yang telah ditetapkan.

Project Manager Huntara Tamiang Nindya Karya, Irwan, menjelaskan bahwa temuan kerusakan ini muncul pada saat evaluasi lapangan yang dilaksanakan pada tanggal 21 April. Ia merinci bahwa jalur pedestrian tersebut kerap dilalui oleh kendaraan bermotor, padahal strukturnya tidak dirancang untuk menahan beban kendaraan.

“Jalur pedestrian digunakan tidak sesuai peruntukan. Sejumlah kendaraan bermotor melintas di area tersebut. Struktur jalur tidak dirancang menahan beban kendaraan,” ujar Irwan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (25/4/2026).

Kondisi penggunaan yang tidak sesuai tersebut memicu beban berlebih pada struktur pedestrian. Akibatnya, terlihat penurunan struktur dan kerusakan pada beberapa titik. Situasi ini dinilai berisiko mengganggu kenyamanan dan keselamatan para penghuni Huntara.

Perbaikan Struktur dan Pengecoran Ulang

Menanggapi temuan tersebut, PT Nindya Karya segera melakukan penataan ulang jalur pedestrian. Upaya perbaikan yang dilakukan mencakup penguatan struktur dasar, penambahan material pendukung, serta pengecoran ulang pada area yang mengalami kerusakan.

“Di lapangan, kami pastikan perbaikan dapat berjalan cepat dan tepat supaya fasilitas bisa segera digunakan kembali dengan aman,” jelas Irwan.

Menurut Irwan, pekerjaan perbaikan ini ditargetkan selesai dalam jangka waktu empat hari kerja. Seluruh proses pengerjaan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja dan kualitas hasil perbaikan.

Perusahaan berharap fasilitas pedestrian ini dapat segera kembali digunakan oleh masyarakat dalam waktu dekat.

Imbauan Penggunaan Sesuai Fungsi

Sementara itu, pihak pengelola mengingatkan kepada seluruh penghuni untuk senantiasa menggunakan fasilitas yang tersedia sesuai dengan fungsi yang telah ditetapkan. Langkah ini dianggap penting untuk menjaga keberlanjutan dan ketahanan infrastruktur yang telah dibangun.

“Kami juga terus berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat Aceh yang terdampak bencana,” pungkas Irwan.