Pemain Bhayangkara FC U20, Fadly Alberto Hengga, akhirnya angkat bicara mengenai insiden tendangan kungfu yang dilakukannya kepada pemain Dewa United U20, Rakha Nurkholis. Fadly mengakui emosinya memuncak akibat sejumlah keputusan wasit yang dinilainya merugikan timnya dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) Super League U20 2025-2026 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026).
Pertandingan yang dimenangkan Dewa United U20 dengan skor 2-1 tersebut memang diwarnai tensi tinggi. Keributan sempat terjadi pasca-laga, yang kemudian berujung pada insiden tendangan kungfu oleh Fadly kepada Rakha. Beberapa hari berselang, kedua klub sepakat untuk berdamai melalui mediasi yang digelar di Dewa United Arena, Tangerang, pada Rabu (22/4/2026).
Alasan di Balik Aksi Kontroversial
Dalam keterangannya setelah mediasi, Fadly Alberto membeberkan pemicu di balik aksinya yang tidak terkontrol. Ia menyebutkan bahwa kepemimpinan wasit Fero Arsanto menjadi salah satu faktor utama yang membuat suasana pertandingan memanas.
Keputusan wasit yang paling disorot adalah pengesahan gol Dewa United, yang menuai protes keras dari kubu Bhayangkara FC U20. Fadly merasa keputusan tersebut sangat merugikan timnya.
“Mungkin waktu pertandingan karena tensi tinggi juga, panas, karena sama-sama mengejar poin. Mungkin dari kepemimpinan wasit juga sedikit bermasalah, itu yang menjadikan pemicu dari kami,” ujar Fadly Alberto kepada awak media.
Ia menambahkan, “Kami sempat protes tapi golnya tetap disahkan. Itu menjadi pemicu kejadian yang tidak diinginkan.”
Pelajaran Berharga dan Tekad yang Tak Padam
Meski menyadari kesalahannya, pemain berusia 18 tahun itu menegaskan bahwa insiden ini menjadi pengalaman berharga baginya. Ia berjanji akan melakukan evaluasi diri dan tim untuk memperbaiki performa di masa mendatang.
“Tentunya yang terjadi sekarang menjadi pengalaman berharga buat saya karena ini juga enggak pernah saya pikirkan bisa sampai begini. Ke depannya saya akan melakukan evaluasi dari diri saya sendiri dan tim,” ucap Fadly Alberto.
Fadly juga menyatakan bahwa sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI belum diketahui, namun ia tidak akan menyerah dalam mengejar cita-citanya menjadi pesepak bola profesional.
“Kalau untuk cita-cita saya sebagai pemain bola tetap saya terus kejar meskipun banyak rintangan seperti sekarang,” tuturnya.
“Mungkin ini juga musibah buat saya, cobaan, dan saya akan terus bekerja keras sebagaimana saya sampai sekarang,” jelas Fadly.
Akibat dari perilaku tidak sportif tersebut, Fadly Alberto telah dicoret dari daftar pemain Timnas U20 Indonesia yang akan berlaga di Piala AFF U19 2026 oleh pelatih Nova Arianto.






