— Pemerintah Kota Surabaya mengamankan pendanaan sebesar Rp 885,85 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI untuk mempercepat pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan pelebaran jalan koridor Wiyung-Menganti. Langkah ini diharapkan dapat mengurai kemacetan di wilayah barat Surabaya yang kian mendesak.

Kesepakatan pembiayaan strategis tersebut ditandatangani oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa pada Jumat (24/4/2026). Turut menyaksikan penandatanganan tersebut Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah.

Strategi Mengurai Kemacetan Kota Metropolitan

Pembangunan JLLB dirancang untuk mendistribusikan beban lalu lintas secara merata, sehingga tidak lagi menumpuk di pusat kota. Sementara itu, pelebaran jalan di koridor Wiyung-Menganti bertujuan untuk mengatasi sumbatan mobilitas di area dengan intensitas kegiatan ekonomi yang tinggi.

Kedua proyek infrastruktur ini merupakan bagian dari tujuh rencana besar pembangunan Surabaya periode 2026-2027, yang secara total membutuhkan pendanaan sebesar Rp 3,16 triliun.

“Oleh karena itu, pembiayaan ini diarahkan untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan mendukung aktivitas ekonomi kota,” tutur Reynaldi Hermansjah, Direktur Utama PT SMI.

Reynaldi menambahkan bahwa dukungan pembiayaan ini merupakan bentuk tanggung jawab PT SMI dalam membantu kota-kota besar menghadapi tantangan urbanisasi yang agresif. Kebutuhan infrastruktur perkotaan, khususnya dalam mengatasi kemacetan yang berdampak pada produktivitas, semakin mendesak.

Proyek JLLB dan pelebaran jalan koridor Wiyung-Menganti diproyeksikan dapat mengurangi titik kemacetan (bottleneck) di Surabaya sekaligus meningkatkan efisiensi logistik, mengingat Surabaya merupakan pusat ekonomi Jawa Timur.

Dampak Ekonomi dan Konektivitas

Suntikan dana dari PT SMI diprediksi akan memberikan dorongan signifikan pada postur fiskal daerah. Belanja modal Pemerintah Kota Surabaya diperkirakan melonjak hingga 40,81 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan belanja modal ini diharapkan mampu memacu Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Surabaya hingga mencapai Rp 29,79 triliun, dengan kontribusi dari pembiayaan ini diperkirakan mencapai Rp 9,1 triliun.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan pentingnya konektivitas yang mumpuni sebagai fondasi daya saing kota. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berujung pada pemerataan pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya terpusat di satu titik.

“Proyek ini nantinya akan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem transportasi kota yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan,” imbuh Eri Cahyadi.

Penguatan konektivitas ini menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing kota di tengah dinamika aktivitas ekonomi yang terus berkembang, sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Surabaya.

Hingga Februari 2026, PT SMI telah mencatat komitmen pembiayaan kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia sebesar Rp 37,08 triliun. Kerja sama dengan Surabaya ini menegaskan arah pembangunan nasional yang memprioritaskan efisiensi sistem transportasi sebagai urat nadi perekonomian wilayah.