LUMAJANG, Kompas.com — Sejumlah pengusaha rumah makan dan restoran di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengeluhkan kelangkaan tabung gas elpiji non-subsidi. Kondisi ini memaksa mereka berburu pasokan hingga ke luar daerah demi menjaga kelangsungan operasional usaha, menyusul larangan penggunaan elpiji 3 kilogram bagi mereka.
Rohim, pemilik Warung Apung Pondok Asri Lumajang, mengaku terpaksa melakukan perjalanan ke Probolinggo untuk mendapatkan tabung gas elpiji non-subsidi. Ia harus merogoh kocek lebih dalam, dengan selisih harga sekitar Rp 10.000 per tabung, karena stok di Lumajang kosong.
“Saya membeli gas elpiji non-subsidi di Probolinggo dengan harga selisih sekitar Rp 10.000, karena di sini tidak ada,” kata Rohim pada Kamis (23/4/2026).
Pengusaha Terpaksa Keluar Daerah
Rohim menyatakan, upaya ekstra ini ia lakukan demi mematuhi aturan pemerintah yang melarang penggunaan elpiji bersubsidi bagi kalangan pengusaha. Meski demikian, kelangkaan ini baru berlangsung sekitar satu minggu dan belum berdampak signifikan terhadap operasional usahanya.
Namun, kenaikan biaya pembelian gas membuat Rohim mempertimbangkan opsi menaikkan harga menu makanannya. “Kami mengikuti pemerintah, kalau harganya dinaikkan ya kami juga menyesuaikan,” ujarnya.
Keluhan serupa datang dari Arif, manajer sebuah restoran di Lumajang. Ia mengaku harus mendatangi beberapa tempat langganannya untuk mencari elpiji non-subsidi karena stoknya habis.
“Katanya tidak boleh pakai yang 3 kilogram, tapi mau beli yang 12 kilogram justru sulit didapat,” ungkapnya. Arif juga sempat menemukan penjual elpiji non-subsidi, namun stok tersebut sudah lebih dulu dipesan oleh pihak lain.
Pasokan Mulai Membaik
Menanggapi situasi tersebut, Sekretaris DPC Hiswana Migas Besuki, Joko Cahyono, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengusulkan penambahan alokasi elpiji non-subsidi ke Pertamina untuk wilayah Lumajang.
“Penambahan pasokan sudah mulai lancar. Hal itu bisa dikonfirmasi kepada agen yang telah melakukan revisi pengambilan,” jelasnya. Ia menambahkan, distribusi mulai membaik dan pengajuan dari agen sudah tidak mengalami revisi, sehingga pasokan diharapkan kembali normal.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Lumajang, Muhammad Ridha, menyatakan tambahan pasokan elpiji non-subsidi sedang dalam proses distribusi menuju Lumajang.
“Untuk kondisi saat ini sudah ada penambahan kuota dan sedang dalam perjalanan ke Lumajang. Pelaku usaha yang kami datangi hari ini juga sudah mulai tersedia stoknya,” ujarnya.






