Akses.co.id — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Samarinda, Kalimantan Timur, mengambil langkah strategis dengan membangun fasilitas dapur khusus sebagai wujud dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memberdayakan warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui keterlibatan aktif dalam proses produksi makanan.
Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Samarinda, Puang Dirham, menegaskan komitmen penuh lembaganya dalam mendukung program prioritas pemerintah ini. “Kami berpartisipasi seratus persen dalam mendukung program prioritas pemerintah ini sebagai wujud pengabdian untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan,” ujar Puang Dirham di Samarinda, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (25/4/2026).
Warga Binaan Turut Produksi Pangan
Dalam implementasi program MBG, warga binaan akan dilibatkan secara langsung dalam produksi pangan. Mereka akan mendapatkan pelatihan khusus sebagai penjamah makanan yang tersertifikasi, memastikan standar kualitas dan keamanan pangan yang dihasilkan. Pelatihan intensif ini akan dilaksanakan dengan pendampingan dari Dinas Kesehatan setempat.
Puang Dirham menambahkan bahwa pihaknya juga tengah mengkaji kerangka teknis untuk menjajaki potensi kerja sama dengan berbagai pihak eksternal. “Kami juga sedang mempelajari kerangka teknis mengenai detail kerja sama dengan berbagai pihak eksternal,” jelasnya.
Membangun Ekosistem Pangan Terintegrasi
Lebih lanjut, Lapas Narkotika Samarinda tidak hanya fokus pada pembangunan dapur, tetapi juga berupaya membangun ekosistem pendukung untuk memastikan ketersediaan bahan pangan. Upaya tersebut mencakup pengembangan area peternakan ayam petelur, optimalisasi penanaman tanaman pangan, serta budi daya ikan air tawar di dalam kompleks fasilitas.
Fasilitas greenhouse yang sudah ada juga akan dimaksimalkan untuk menunjang produksi bahan pangan yang berkelanjutan. “Upaya yang dikembangkan adalah pembuatan area peternakan ayam petelur, sembari mengoptimalkan penanaman tanaman pangan hingga budi daya ikan air tawar di dalam lingkungan kompleks fasilitas pembinaan pemasyarakatan,” terang Puang.
Pemetaan Distribusi dan Kolaborasi Masih Dibahas
Saat ini, pihak lapas tengah melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi sasaran distribusi program MBG guna memastikan bantuan gizi tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, skema kerja sama dengan berbagai pihak eksternal, termasuk Pemerintah Kota Samarinda, masih dalam tahap pembahasan mendalam.
Puang Dirham menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari upaya pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga pada kontribusi sosial kemasyarakatan. “Seluruh jajaran petugas lapas telah mengukuhkan komitmen mereka guna mendukung penuh serta merealisasikan pelaksanaan program Asta Cita Presiden,” tutup Puang.
Ikuti Akses.co.id
