Akses.co.id — Dugaan perselingkuhan yang melibatkan Bupati Gowa, Sulawesi Selatan, dengan salah satu konsultan politiknya memicu aksi unjuk rasa dan kericuhan di Kabupaten Gowa. Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa merespons tuntutan warga dengan menyatakan kesiapan membentuk panitia khusus (Pansus) untuk menginvestigasi kasus tersebut.
Pembentukan Pansus ini merupakan tindak lanjut dari aksi ratusan warga yang digelar pada Selasa, 21 April 2026. Massa menuntut DPRD Gowa untuk segera menindaklanjuti dugaan perselingkuhan yang ramai diperbincangkan di masyarakat.
DPRD Gowa Siap Bentuk Pansus
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Gowa, Abdul Razak, membenarkan adanya rencana pembentukan Pansus terkait dugaan tindakan tercela yang dilakukan oleh Bupati Gowa. Ia menegaskan bahwa pembentukan tim investigasi ini merupakan kewajiban legislatif.
“Ini bukan sekedar tugas, tapi merupakan kewajiban bagi kami di DPRD untuk membentuk tim untuk melakukan investigasi terkait dengan dugaan tindakan tercela ini,” ujar Abdul Razak kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (23/4/2026).
Meskipun demikian, Abdul Razak menjelaskan bahwa pembentukan Pansus memerlukan tahapan dan mekanisme tersendiri. Saat ini, kasus tersebut masih dalam pembahasan di tingkat pimpinan DPRD.
“Masalah ini sementara dibahas oleh sejumlah pimpinan dan terkait dengan pembentukan Pansus tentunya memiliki mekanisme tertentu, salah satunya melalui sidang paripurna DPRD,” jelas Abdul Razak, yang saat itu sedang melakukan perjalanan dinas di luar kota.
Aksi Unjuk Rasa Berujung Kericuhan
Sebelumnya, ratusan warga yang tergabung dalam aliansi Poros Pemuda Berlawan (Pormula) mendatangi kantor DPRD dan kantor Bupati Gowa di Jalan Masjid Raya, Sungguminasa, pada Selasa (21/4/2026). Aksi tersebut diwarnai kericuhan ketika massa berhasil menerobos halaman kantor DPRD dan mencoba masuk ke dalam gedung.
Kericuhan baru mereda setelah pihak DPRD berjanji akan menindaklanjuti aspirasi warga terkait dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh bupati.
Bupati Gowa Bantah Tuduhan
Menanggapi tudingan yang beredar, Bupati Gowa, Husniah Talenrang, membantah keras dugaan perselingkuhan tersebut. Melalui Bidang Humas Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa, ia menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak berdasar.
“Itu tidak benar, informasi tersebut tidak berdasar,” tegasnya.
Ikuti Akses.co.id
